Job crafting proses mengubah jenis/gaya kerja yang dilakukan oleh
karyawan secara fisik dan psikologis (Berg, J. M., Dutton, J. E., & Wrzesniewski,
2013). Job crafting adalah kemampuan SDM dengan atau tanpa penyelia, untuk
merestrukturisasi pekerjaan mereka untuk memenuhi tuntutan pekerjaan,
kontribusi, dan kemampuan individu. (Slemp, G. R., & Vella-brodrick, 2013). Job
crafting merupakan suatu proses proaktif di mana karyawan mengubah struktur
mental mereka untuk menentukan ruang lingkup pekerjaan (Schachler, V., Epple,
S. D., Clauss, E., Hoppe, A., Slemp, G. R., & Ziegler, 2019). Job crafting
didefinisikan sebagai upaya untuk menyusun pekerjaan sesuai dengan preferensi,
keterampilan, dan kemampuan individu.
Job crafting adalah adalah kemauan karyawan untuk merestrukturisasi
komponen pekerjaannya guna meningkatkan kondisi kerja yang baik (Petrou, P.,
Demerouti, E., & Schaufeli, 2015). Ini termasuk menggali sumber informasi,
mencari tantangan yang lebih, dan mengurangi tuntutan. Sehingga dapat
disimpulkan bahwa job crafting adalah upaya mengubah kategori pekerjaan,
karakteristik pekerjaan, dan hubungan industrial untuk kepentingan karyawan itu
sendiri, berdasarkan keagenan karyawan.
