Efektivitas Tim Kerja


Menurut Timothy (2008:413) ada 4 komponen utama yang membentuk tim
kerja yang efektif, antara lain terdiri dari:
a) Konteks, sumber dan pengaruh kontekstual lain yang menjadikan tim
tersebut efektif terdiri dari:
1) Sumber daya yang memadai; dimana mencakup informasi yang tepat
waktu, peralatan yang tepat, kepegawaian yang memadai, dorongan, dan
bantuan admistratif.
2) Kepemimpinan dan struktur, seorang pemimpin harus menentukan
jadwal, keterampilan yang perlu dikembangkan, cara kelompok tersebut
dalam menyelesaikan konflik, serta membuat dan mengubah keputusan.
3) Evaluasi kinerja, terdiri dari upah perjam yang tetap, insentif individual.
Namun selain mengevaluasi dan memberi penghargaan untuk para
karyawan atas konstribusi individual mereka, manajemen harus
mempertimbangkan penilaian berbasis tim, pembagian laba, pembagian
pendapatan, insentif tim, dan modifikasi system lain yang akan
menguatkan usaha dan komitmen tim.
b) Komposisi Tim, kategori ini meliputi variabel-variabel yang berhubungan
dengan bagaimana kepegawaian tim harus disusun, yang terdiri dari:
1) Kemampuan para anggota, terdiri atas tim yang membutuhkan banyak
pemikiran (misalnya, menyelesaikan sebuah masalah yang rumit), tim
yang berkemampuan tinggi (terdiri atas orang-orang yang pintar)
bekerja secara baik, dan pemimpin tim harus orang yang pandai
sehingga dapat membantu para anggota dalam mengerjakan sebuah
tugas.
2) Personalia atau kepribadian, model kepribadian Big five terbukti relevan
dengan Efektivitas tim, diantaranya terdiri dari kecocokan, sikap berhati-
hati, keterbukaan terhadap pengalaman dan stabilitas emosional
cenderung mendapat penilaian manajerial yang lebih tinggi untuk
kinerja tim.
3) Pengalokasian peran; para manajer harus dapat memahami kekuatan-
kekuatan individual yang dihadirkan oleh setiap anggota dalam sebuah
tim. Ada Sembilan peran tim yang potensial, yaitu:
 Penghubung, tugasnya mengkoordinasi dan mengintegrasikan.
 Pencipta, tugasnyamengajukan ide-ide yang kreatif.
 Promotor, tugasnya memperjuangkan ide-ide setelah diajukan.
 Penilai, tugasnya menawarkan berbagai pilihan analisis yang
berwawasan.
 Organisator, tugasnya memberikan struktur-struktur.
 Produser, tugasnya memberikan penghargaan dan tindakan lanjutan.
 Pengontrol, tugasnya memeriksa detail-detail dan menjalankan
peraturan.
 Pemeliharaan, tugasnya memerangi berbagai perlawanan eksternal.
 Penasihat, tugasnya mendorong pencarian informasi yang lebih
banyak
4) Keragaman anggota, sebuah tim memiliki keragaman dalam hal kepribadian,
gender, usia, pendidikan, spesialis fungsional, dan pengalaman. Terdapat
kemungkinan yang lebih besar bahwa tim akan memiliki karakteristik-
karakteristik yang dibutuhkan untuk menyelesaikan tugas-tugasnya secara
efektif.
5) Ukuran Tim; tim-tim besar memiliki kesulitan untuk dapat saling
berkoordinasi, terutama ketika terdapat tekanan waktu. Dengan demikian,
para manajer atau pimpinan harus berusaha mempertahankan jumlah anggota
yang kurang dari 10 orang dalam merancang tim yang efektif.
6) Fleksibilitas Anggota; tiap anggota harus fleksibel dimana harus mampu
menyelesaikan tugas anggota lain, karena hal ini merupuakan nilai tambah
untuk sebuah tim kerja yang dapat meningkatkan kemampuan adaptasi untuk
tidak terlalu bergantung pada satu anggota saja.
7) Prefensi Anggota; ketika memilih anggota tim kerja, prefensi individual harus
dipertimbangkan seperti halnya kemampuan, kepribadian dan keterampilan.
c) Rancangan pekerjaan, tim yang efektif harus bekerja sama dan menerima
tanggung jawab secara kolektif untuk menyelesaikan tugas-tugas yang signifikan,
terdiri dari:
1) Kebebasan dan Hak Otonomi; wewenang untuk melaksanakan setiap tindakan
yang disarankan oleh pimpinan, mengelola sendiri untuk bertukar informasi,
mengembangkan gagasan baru dan memecahkan masalah serta
mengkoordinasikan proyek yang rumit.
2) Keanekaragaman Keterampilan; ada tiga jenis keterampilan yang harus
dimiliki oleh sebuah tim untuk melakukan rancangan suatu pekerjaan, yaitu
keahlian teknis, keterampilan untuk menyelesaikana masalah dan membuat
keputusan dan keterampilan antar personal lainnya, seperti keterampilan
mendengarkan, memberi umpan balik, resolusi konflik.
3) Identitas Tugas; kemampuan menyelesaikan seluruh tugas atau produk yang
dapat diidentifikasikan.
4) Kepentingan atau arti tugas; rancangan suatu pekerjaan atau proyek memiliki
pengaruh yang substansi pada orang lain.
d) Proses, mencerminkan hal-hal yang terjadi dalam tim yang mempengaruhi
efektivitas suatu tim kerja, terdiri dari:
(1) Tujuan Tim; terdiri dari tujuan umum dan tujuan khusus. Tujuan umum
adalah sebuah visi yang berarti memberikan pengarahan, momentum dan
komitmen untuk para anggotanya. Sedangkan tujuan khusus adalah
perubahan dari tujuan umum menjadi tujuan kinerja yang realistis, yang
dapat diukur dan khusus.
(2) Tingkat Konflik; konflik-konflik tugas menstimulasi diskusi,mendorong
penilaian kritis untuk berbagai masalah dan pilihan, dan dapat
menghasilkan keputusan tim yang lebih baik.
(3) Efektivitas tim; tim yang efektif memiliki rasa percaya diri dalam diri tiap
individu sebuah tim.
(4) Kemalasan social (social loafing) merupakan sinergi negative yang
bersembunyi didalam sebuah tim kerja. Tim yang efektif harus
mengurangi kecemderungan ini dengan cara membuat diri mereka
bertanggung jawab dalam tingkat individual dan tingkat tim