Dalam penelitian Hidayat (2011), shift kerja dapat mempengaruhi performansi
tenaga kerja. Seperti contohnya tenaga kerja yang bekerja pada shift malam
performansinya akan lebih rendah dibandingkan dengan tenaga kerja yang
bekerja pada shift pagi atau siang. Menurut Attwood, Joseph dan Danz Reece
(2004) dalam penelitian Hidayat (2011), efek dari shift tidak hanya
mempengaruhi performansi melainkan juga mempengaruhi kesehatan dan beban
psikososial. Masing-masing efek yang terjadi akan dijelaskan sebagai berikut :
a. Efek yang mempengaruhi performansi kerja, terutama pada shift malam. Pada
saat shift malam, manusia umumnya tidur karena adanya jam biologis. Di saat
waktu yang seharusnya digunakan untuk tidur tetapi digunakan untuk bekerja,
rasa mengantuk akan meningkat disertai dengan jumlah mata berkedip yang
meingkat pula. Dengan keadaan seperti itu, maka tenaga kerja cenderung
kurang bersemangat dan fokus kerjanya menurun.
b. Efek yang mempengaruhi kesehatan, seperti halnya pada performansi kerja
dimana pada malam hari manusia memiliki jam biologis yang digunakan untuk
istirahat. Ketika tenaga kerja bekerja pada shift malam terdapat gangguan
yang diakibatkan oleh perubahan pada shift siang ke shift malam. Timbulnya
banyak penyakit yang terjadi pada tenaga kerja shift mala. Jumlah penderita
tiga kali lebih tinggi dibandingkan dengan tenaga kerja yang bekerja pada shift
pagi dan shift siang. Kondisi tubuh pada malam hari tidak sebagus pada pagi
dan siang hari, sehingga dapat mempengaruhi seseorang untuk meminum
vitamin atau obat stimulan agar tubuh tetap segar.
c. Efek yang mempengaruhi beban psikososial yang terdiri dari waktu luang
yang dapat digunakan, perbedaan individu serta kehidupan sosial tenaga
kerja. Waktu luang yang digunakan oleh tenaga kerja tidak hanya untuk tidur
melainkan untuk melakukan rekreasi, memenuhi kebutuhan pribadi seperti
makan, minum dan lain-lain, untuk kegiatan sosial di masyarakat atau
berkumpul dengan keluarga. Pada tenaga kerja yang bekerja pada shift pagi
memiliki waktu luang antara sore hingga malam hari. Pada tenaga kerja yang
bekerja pada shift siang memiliki waktu luang antara pagi hingga siang hari.
Pada tenaga kerja yang bekerja pada shift malam memiliki waktu luang antara
pagi hingga sore hari. Sedangkan untuk perbedaan individu terletak pada
perbedaan usia, perbedaan gender, perbedaan kebiasaaan yang sangat
berpengaruh pada waktu yang dimiliki. Untuk kehidupan sosial tenaga kerja
berhubungan juga dengan waktu luang yang dimiliki, dimana orang yang
bekerja pada jam kerja normal akan masuk pada pagi hari dan pulang pada
sore hari. Tetapi dengan adanya jam kerja shift membuat tenaga kerja tidak
dapat memiliki waktu yang sama dengan kebanyakan orang
