Pengembangan Karir berpengaruh signifikan positif terhadap Employee engagement

Kapil & Rastogi (2017) mendefinisikan work engagement, yakni sebagai sikap yang ditunjukkan oleh karyawan dalam sebuah organisasi dengan melibatkan secara keseluruhan, yaitu dengan melibatkan keadaan fisik, pikiran atau kognitif dan emosi. Work engagement disebabkan oleh beberapa hal seperti kepercayaan bahwa pekerjaan yang dikerjakannya memiliki makna dan kesesuaian antara nilai yang dianut oleh seorang karyawan, rekan kerja dan nilai yang dimiliki oleh organisasi .

Tentama dan Ermawati (2021) dalam penelitiannya Hubungan antara Pengembangan Karir dengan Employee Engagement pada Karyawan menyatakan bahwa terdapat hubungan positif yang sangat signifikan antara pengembangan karir dengan employee engagement pada karyawan PT “X” Indonesia area Yogyakarta, sehingga semakin tinggi pengembangan karir maka semakin tinggi employee engagement. Kontribusi yang dihasilkan pengembangan karir terhadap employee engagement cukup besar. Pernyataan ini selaras dengan hasil penelitian Bai dan Liu (2018) dalam A Study on the Influence of Career Growth on Work Engagement among New Generation Employees yang menyatakan bahwa jika karyawan merasa bahwa mereka dapat mencapai pertumbuhan karir yang lebih baik dalam organisasi, mereka akan lebih tertarik pada organisasi dan membentuk rasa memiliki dan tanggung jawab yang kuat terhadap organisasi. Hal ini berarti pengembangan karir berdampak signifikan terhadap keterlibatan pegawai.