Motivasi

Motivasi merupakan hal yang melatar belakangi individu berberbuat untuk mencapai tujuan tertentu. Robbins mendefinisikan motivasi sebagai, ”the Process by which a persons efforts are energized, directed and sustained attaining a goal.” Proses yang ikut menentukan intensitas, arah dan ketekunan individu dalam usaha mencapai sasaran. Sedangkan Chuck mendefinisikan motivasi sebagai, ”is the set of forces that initiates, directs, and makes people persist in their effort to accomplish a goal.” Sebuah upaya yang menginisiatifkan, mengarahkan dan membuat seseorang secara teguh/keras dalam usahanya mencapai tujuan. McShane dan Von Glinow mendefinisikan motivasi sebagai, sebuah kekuatan yang ada di dalam diri seseorang yang berdampak pada arah (directions), intensitas (intensity) dan keteguhan (persistence) perilakunya. (Yenni, 2019:28-29).

Porter dan Lawler berpendapat bahwa kinerja merupakan fungsi dari keinginan melakukan pemahaman yang jelas atas apa yang di kerjakan dan bagaimana mengerjakannya. Kanfer, menyatakan bahwa kinerja adalah, ”performance is an evaluation of the results of a person behaviour. It involves determining how well or poorly a person has accomplished a task or done a job.” Kinerja sebagai suatu penilaian atas hasil perilaku individu yang didalamnya juga termasuk bagaimana pengukuran baik dan buruknya tindakan individu tersebut dalam menyelesaikan tugas atau pekerjaannya. Dalam mencapai kinerja diperlukan adanya motivasi sebagai ”intencity of person desirer to angage in some activity”. Intensitas hasrat seseorang untuk melakukan aktivitas. Wexley & Yulk dalam As’ad memberikan batasan mengenai motivasi sebagai “the process by whic behavior is energized and directed.” Motivasi merupakan hal yang melatar belakangi individu berberbuat untuk mencapai tujuan tertentu.(Yenni, 2019:35-36).