Terdapat berbagi macam tujuan penilaian kinerja sesuai dengan konteks
organisasional tertentu, Stoner (dalam Irianto, 2001: 56) mengemukakan adanya
empat tujuan yaitu
1) Diskriminasi
Seorang manajer harus mampu membedakan secara obyektif antara mereka
yang dapat memberi sumbangan berarti dalam pencapaian tujuan organisasi
dengan mereka yang tidak
2) Penghargaan
Pekerja yang memiliki nilai kerja yang tinggi mengharapkan pengakuan
dalam bentuk berbagai penghargaan yang diterimanya dari organisasi
3) Pengembangan
Penilaian kinerja mengarah kepada upaya pengembangan pekerja,
maksudnya adalah untuk memupuk kekuatan dan mengurangi kelemahan
penampilan pekerja.
4) komunikasi
Para manajer bertanggung jawab untuk mengevaluasi kinerja dan secara
akurat mengkomunikasikan penilaian yang dilakukannya.
Sedangkan Yusanto dan Widjadjakusuma (2002: 199) menyebutkan
bahwa tujuan penilaian kinerja antara lain :
1) Menjadi dasar bagi pemberian reward.
2) Membangun dan membina hubungan antar karyawan.
3) Memberikan pemahaman yang jelas dan kongkret tentang prestasi riil dan
harapan atasan.
4) Memberikan Feedback bagi rencana perbaikan dan peningkatan kinerja.
Bagi setiap orang muslim yang bekerja atau karyawan muslim, hendaknya
mempunyai keyakinan bahwa penilaian kinerja jangan semata-mata dijadikan
patokan untuk sistem reward yang akan didapatkan, tetapi Allah SWT adalah
penilai yang paling adil dan bijaksana. Jika seorang keryawan muslim sudah
mempunyai keyakinan ini maka kemauan untuk meningkatkan kinerjanya adalah
karena Allah dan supaya ia tidak tergolong orang yang mendzalimi orang lain
