Electronic word of mouth atau eWOM telah lama dianggap sebagai salah satu
instrumen pemasaran yang berpengaruh (Bickart, 2001). Konsumen cenderung akan
mencari informasi yang dipublikasikan oleh pelanggan sebelumnya, untuk membuat
diri mereka merasa nyaman sebelum membeli produk atau jasa (Pita, D. A., &
Fowler, D., 2005). Media internet telah menyediakan beberapa platfrom yang tepat
untuk E-WOM seperti blog, forum diskusi, ulasan situs web, situs web belanja dan
situs web media sosial (Cheung, C. M. K.,& Thadani, D. R., 2012). Oleh karena itu,
penelitian sebelumnya telah menemukan berbagai pengaruh E-WOM pada intensi
pembelian konsumen.
Situs web media sosial adalah salah satu yang termasuk sebagai platfrom E-WOM
yang relatif baru. Dimana situs ini telah membawa aspek baru kedalam E-WOM
sendiri melalui penyediaan jaringan yang sudah ada pada penguna untuk
berkomunikasi dengan jaringan mereka. Forum online adalah komunitas online
dimana pengunjung dapat membaca dan mengunggah berbagai topik bahasan. Niat
awal pemberi informasi adalah sebagai sumber dalam memberikan informasi yang
dimana hal ini merupakan faktor utama dalam persepsi dari sudut pandang penerima
informasi tentang kepercayaan informasi yang didapat (Romani, 2006).
Masyarakat saat ini sudah dapat bertukar pendapat dan pengalaman tentang produk
atau jasa dengan teman dan kenalan mereka di sosial media. Hal ini mampu
mengurangi anonimitas dalam mengeluarkan pendapat yang dimana memiliki potensi
untuk membuat informasi EWOM lebih dapat di percaya dan dapat diandalkan. Isi
dari percakapan yang ada di media sosial mayoritas mengarah pada pembahasan
mengenai merek atau brand sebuah produk (Wolny, J., & Mueller, C, 2013),
sehingga pembahasan tersebut akan secara alami berpengaruh pada intensi pembelian
konsumen.
Pengalaman menggunakan produk atau jasa kemudian akan diposting oleh anggota
forum cenderung dan dianggap sebagai informasi yang diandalkan. Hal ini
dikarenakan penyedia informasi tersebut adalah sesama konsumen, yang tidak
memiliki tendensi untuk dengan sengaja memasarkan produk (KO & Yuen, 2010).
Informasi yang berasal dari pengalaman inilah yang kemudian merupakan electronic
word of mouth dari konsumen secara keseluruhan yang kemudian akan
mempengaruhi intensi pembelian secara online
