Minat beli


Menurut Howard (1994) dalam Albari (2007) definisi minat beli adalah sesuatu yang
berhubungan dengan rencana konsumen untuk membeli produk tertentu serta berapa
banyak unit produk yang dibutuhkan pada periode tertentu. Dapat dikatakan bahwa minat
beli merupakan pernyataan mental dari konsumen yang merefleksikan rencana
pembelian sejumlah produk dengan merk tertentu, hal ini sangat diperlukan oleh para
pemasar untuk mengetahui minat beli konsumen terhadap suatu produk, baik para
pemasar maupun ahli ekonomi menggunakan variabel minat untuk memprediksikan
perilaku konsumen dimasa yang akan datang.
Sedangkan menurut Taylor (1995), dalam Esthi Dwityanti, 2008:20). Minat beli
adalah tahap kecenderungan responden untuk bertindak sebelum keputusan membeli
benar-benar dilaksanakan. Suatu produk dikatakan telah dikonsumsi oleh konsumen
apabila produktersebut telah diputuskan oleh konsumen untuk dibeli. Keputusan untuk
membeli dipengaruhi oleh nilai produk yang dievaluasi, bila manfaat yang dirasakan
lebih besar dibandingkan pengorbanan untuk mendapatkannya, maka dorongan untuk
membelinya semakin tinggi dan sebaliknya.
Untuk sampai ketahapan pembelian, terdapat langkah-langkah dalam pembelian
dengan tahapan sebagai berikut:

  1. Tahap pengenalan masalah, yaitu saat pembelian mengenali kebutuhan untuk membeli
    suatu barang atau produk.
  2. Pencarian informasi, yaitu tahap konsumen mencari informasi untuk memperoleh
    pengetahuan tentang barang yang dibutuhkan dari sumber-sumber yang mungkin
    didapatkan.
  3. Evaluasi terhadap merk yang kompetitif, membuat penilaian akhir dan
    mengembangkan keyakinan tentang posisi merk terhadap atributnya.
  4. Melakukan evaluasi itu konsumen sampai pada sikap keputusan pembelian atas
    preferensi dari bermacam-macam merk melalui prosedur atribut.
  5. Setelah pembelian konsumen akan mengalami kepuasan atau ketidakpuasan kemudian
    melakukan tindakan untuk mendapatkan perhatian dari pemasar.
    Menurut Ferdinand (2002), minat beli dapat di identifikasi melalui beberapa
    indikator yaitu sebagai berikut :
  6. Minat transaksional, yaitu kecenderungan seseorang untuk membeli produk.
  7. Minat referensial, yaitu kecenderungan seseorang untuk mereferensikan produk
    kepada orang lain.
  8. Minat preferensial, yaitu minat beli yang menggambarkan perilaku seseorang yang
    memiliki preferensi utama pada produk tersebut. Preferensi ini hanya dapat diganti
    jika terjadi sesuatu dengan produk preferensinya.
  9. Minat eksploratif, minat ini menggambarkan perilaku seseorang yang selalu mencari
    informasi mengenai produk yang diminatinya dan mencari informasi untuk
    mendukung sifat-sifat positif dari produk tersebut