Bisnis Islami merupakan perwujudan dari aturans yari’ah Allah.
Sebenarnya bentuk bisnis Islami tidak jauh beda dengan bisnis pada
umumnya, yaitu upaya memproduksi barang dan jasa guna memenuhi
kebutuhan konsumen. Namun, semenjak aspek syari’ah ini lah yang
membedakannya dengan bisnis pada umumnya. Bisnis syari’ah selain
mengusahakan bisnis pada umumnya juga menjalankan syari’ah Islam dan
perintah Allah dalam hal bermua’malah. Untuk membedakan antara bisnis
I€mdan yang bukan, dapat kita ketahui melalui cirri karakter bisnis Islami
yang memiliki keunikan cirri tersendiri. Beberapa cirri itu antara lain9:
a. Selalu berpijak pada nilai- nilai ruhiah. Nilai ruhiah adalah kesadaran
setiap manusia akan eksitensinya sebagai ciptaan (mahluk) Allah yang
harus selalu kontak dengan-Nya dalam wujud ketaatan disetiap tarikan
napas hidupnya. Ada tiga aspek paling tidak nilai ruhiah ini harus
terwujud: 1) konsep, 2) system yang diberlakukan, 3) pelaku
(personel).
b. Memiliki pemahaman terhadap bisnis yang halal dan haram. Seseorang
pelaku bisnis syari’ah dituntut mengetahui benar fakta-fakta terhadap
praktek bisnis yang shahihdan yang salah. Disamping juga harus
paham dasar-dasar nash yang dijadikan hukumnya.
c. Benar secara syar’i dalam implementasi. Intinya pada masalah ini
adalah kesesuaian antara teori dan praktek, antaraapa yang telah
dipahami dan yang diterapkan. Karenaitu, pertimbanganya tidak
semata-mata untung dan rugi secara material.
d. Berorientasi pada hasil dunia dan akhirat. Bisnis tentu dilakukan untuk
mendapat keuntungan sebanyak- banyaknya berupa harta, dan ini
dibenarkan dalam islam. Bisnis dilakukan memang untuk mendapatkan
keuntungan materi. Dalam konteks ini diperoleh, dimiliki, dan
dirasakan memang berupa harta.
e. Seorangmuslim yang shalih tentu bukan hanya berorientasi pada dunia,
tetapi lebih dari itu, kebahagian abadi diyaumil akhir. Karena itu,
untuk mendapatkanya, dia harus menjadikan bisnis yang dikerjakan
yaitu sebagai ladang ibadah dan pahala dihadapan Allah. Hal itu
terwujud jika bisnis ataua papun yang kita lakukan selalu mendasarkan
padaaturan-Nya yaitu syari’ah Islam.
f. Jika semua hal diatas dimiliki semua pengusaha Muslim, niscaya dia
akan memadukan antara realitas bisnis duniawi dan ukhrawi, sehingga
memberikan manfaat bagi kehidupanya di dunia maupun akhirat
