Indikator Ekonomi Masyarakat


Untuk mengukur kemajuan pembangunan, diperlukan indikator atau
ukuran. Indikator dan variabel mungkin berbeda untuk setiap negara. Di
negara-negara yang masih miskin, kemajuan dan pembangunan mungkin
masih bergantung pada kebutuhan dasar seperti pasokan listrik ke desa,
layanan kesehatan pedesaan, dan harga makanan pokok yang rendah.
Sebaliknya, indikator pembangunan akan berfokus pada faktor sekunder dan
tersier di negara-negara yang telah memenuhi kebutuhan ini.Institusi
internasional menggunakan indikator ekonomi seperti tabungan, struktur
ekonomi, urbanisasi, pendapatan perkapita (GNP atau PDB) (Tikson, 2005:
98). Ringkasan tentang indikator tersebut oleh Tikson (2005) akan disajikan
berikut ini:
1) Pendapatan perkapita
Salah satu indikator ekonomi yang telah lama digunakan untuk
mengukur pertumbuhan ekonomi adalah pendapatan per kapita, baik
dari segi GNP maupun PDB. Indikator ini merupakan bagian dari
kesejahteraan manusia yang dapat diukur dari perspektif ekonomi
makro, dan dengan demikian dapat menjelaskan kemajuan dan
kesejahteraan masyarakat. Meskipun pendapatan per kapita memiliki
banyak kelemahan, tampaknya telah menjadi indikator penting dari
perekonomian. Akibatnya, negara-negara dunia ketiga memanfaatkan
peningkatan pendapatan nasional untuk membangun. Ada anggapan
bahwa kemajuan dan kesejahteraan masyarakat secara otomatis
menghasilkan peningkatan pendapatan nasional, atau pertumbuhan
ekonomi.
Menurut beberapa ahli, sistem distribusi pendapatan nasional
tidak diperhitungkan saat menggunakan indikator ini. Indikator ini
tidak menghitung distribusi pendapatan dan kesejahteraan, atau
pemerataan akses ekonomi.
2) Struktur ekonomi
Menurut asumsi, peningkatan pendapatan perkapita akan
menunjukkan perubahan struktural dalam sistem ekonomi dan sosial.
Dengan pertumbuhan ekonomi dan peningkatan pendapatan perkapita,
kontribusi industri dan jasa terhadap pendapatan nasional akan terus
meningkat, dan peningkatan sektor industri dan tingkat upah akan
memicu peningkatan investasi dan perluasan tenaga kerja.
3) Urbanisasi
Semakin banyak orang yang tinggal di daerah perkotaan
dibandingkan dengan daerah pedesaan disebut urbanisasi. Disebutkan
bahwa kawasan perkotaan tidak ada jika pertumbuhan penduduknya
sama dengan nol. Dibandingkan dengan pengalaman industrialisasi di
Amerika Utara dan Eropa Barat, jumlah orang yang tinggal di kota
berbanding lurus dengan industrialisasi. Artinya, bergantung pada
proses produksi, laju urbanisasi akan meningkat. Mayoritas orang
tinggal di perkotaan di negara maju, tetapi mayoritas orang tinggal di
pedesaan di negara berkembang. Dengan demikian, pedesaan
dianggap sebagai indikator pembangunan.
4) Angka Tabungan
Uang memainkan peran penting dalam proses industri
masyarakat, seperti yang terlihat di Inggris Raya dan Eropa pada awal
munculnya kapitalisme dan diikuti oleh revolusi industri. Modal usaha
ini akan dikumpulkan melalui tabungan swasta dan pemerintah di
negara yang sangat produktif