Teori Kreativitas Organisasi


Kerangka teori untuk pemahaman kreativitas dalam lingkungan
organisasional sosial pertama kali dikembangkan oleh Woodman et al. (1933 : 293)
yang mendefinisikan kreativitas organisasi sebagai ciptaan organisasi yang
berharga berupa produk baru yang berguna dan berisi ide-ide baru serta prosedur
baru atau proses individu bekerjasama dengan sistem sosial yang kompleks. Awal
mula perkembangan teori kreativitas organisasi disebabkan oleh model
interaksional perilaku kreatif dan inovasi organisasi yang dikembangkan oleh.
Model dan pendukung literatur pada perilaku kreatif dan inovasi organisasi
digunakan untuk mengembangkan kerangka kerja interaksional untuk kreativitas
organisasi. Woodman et al., (1933) membagi jenis kreativitas menjadi tiga yaitu:
kreativitas individu, kreativitas kelompok, dan krativitas organisasi yang di
dalamnya terdapat pengembangan strategi maupun proses transfer pengetahuan
seseorang, antara lain sebagai berikut:

  1. Kreativitas Individu
    a. Kondisi Antiseden, tingkat kreativitas individu dipengaruhi oleh histori
    atau pengalaman individu tersebut. Kondisi ini dicirikan oleh catatan
    biografi dan sejarah tentang individu.
    b. Faktor Kepribadian, kepribadian seseorang berkorelasi dengan tingkat
    kreativitas seseorang yang sesuai dengan bidang yang ditekuni
    c. Faktor Kognitif, peneliti menemukan bahwa sejumlah kemapuan kognitif
    yang rendah akan membuat tingkat kreativitas rendah.
    d. Motivasi Intrinsik, merupakan elemen kunci dalam kreativitas. Fungsi
    utama motivasi intrinsik adalah sebagi kontrol pengelolaan kreativitas
    yang berfokus dalam pengatur emosi diri seseorang.
    e. Pengetahuan, peran penting pengetahuan dan keahlian mengolahnya,
    bermain dalam meningkatkan kreativitas seseorang. Keterampilan
    berhubungan dengan kreativitas keterampilan dalam mengambil
    keputusan. Pengetahuan seseorang berperan penting dalam meningkatkan
    proses transfer pengetahuan antar individu maupun pengembangan
    strategi pengetahuan seseorang.
  2. Kreativitas Kelompok
    Kreativitas kelompok bukan merupakan jumlah yang sederohana yang
    dihitung dari semua anggota yang ada di dalam kelompok. Akan tetapi
    kreativitas di dalam kelompok dipengaruhi berbagai macam faktor antara
    lain:
    a. Kondisi untuk Kreativitas Kelompok
    Relevansi kreativitas kelompok tercermin dalam kinerja tim dalam
    kelompok. Kreativitas dan inovasi juga dipengaruhi komposisi kelompok
    dan umur kelompok.
    b. Proses Kelompok dan Pemecahan Masalah
    Berbagai aspek proses dan interaksi antar anggota kelompok dan tugas
    dalam kelompok dapat menempatkan batasan masalah yang ada dan
    teknik pemecahan masalah yang tepat.
    c. Informasi Sosial
    Selain menyediakan pemecahan masalah yang kreatif, anggota juga dapat
    menggunakan orang lain sebagi sumber informasi dan menambah
    pengetahuan.
  3. Kreativitas Organisasi
    Kreativitas organisasi merupakan hasil dari kreativitas sistem sosial
    kemudian ditambah dari fungsi dari kreativitas kelompok dan kontekstual
    termasuk yang berasal dari lingkungan sekitar. Kreativitas organisasi
    dipengaruhi berbagai macam faktor antara lain:
    a. Pelatihan Kreativitas
    Personil R & D lebih inovatif untuk meningkatkan kreativitas organisasi
    melalui pelatihan.
    b. Kondisi Kreativitas Organisasi
    Kondisi kreativitas organisasi berupa tingkat inovasi organisasi dalam
    memecahkan masalah. Pada proses adopsi inovasi terdapat tahapan
    pelaksanaan dan adopsi ide-ide baru yang dikembangkan dalam sebuah
    sistem