Kinerja Karyawan


Pada dasarnya kinerja tidak akan meningkat apabila karyawan
tidak atau belum melakukan pekerjaan yang telah diberikan. Karyawan
yang bersungguh-sungguh dalam bekerja akan meningkatkan kinerja
perusahaan dan dapat menyelesaikan pekerjaan dengna baik dibandingkan
dengan karyawan yanag tidak sungguh-sungguh. Kinerja karyawan
merupakan salah satu tolak ukur keberlangsungan suatu perusahaan serta
dapat meningkatkan kinerja perusahaan. Kinerja karyawan yang baik
diharapkan perusahaan mampu bersaing dengan perusahaan lain sehingga
dapat diakui bahwa perusahaan mempunyai kinerja yang berkualitas
(Riyasa & Pranesti, 2018).
Kinerja adalah bentuk pelaksanaan tugas terhadap tanggungjawab
yang diberikan dan telah selesai dikerjakan sehingga menghasilkan output
baik secara kualitas maupun kuantitas (Mangkunegara, 2013). Berdasarkan
pendapat tersebut, dapat diketahui bahwa kinerja adalah tanggungjawab
dari karyawan yang dapat meningkatkan produktivitas karyawan terhadap
output yang dihasilkan, sehingga karyawan akan melakukan pekerjaan
secara sungguh-sungguh terhadap outputnya. Karyawan akan tetap bekerja
dengan sepenuh hati dan tidak terpegaruh pada lingkungan tempat kerja
yang mudah berubah dan pada umumnya dapat mempengaruhi sikap
karyawan. Menurut Mangkunegara (2010), kinerja juga diartikan sebagai
hasil kerja yang dihasilkan atau disumbangkan seorang karyawan yang
berkaitan dengan tugas dan tanggung jawab kepada organisasi atau
perusahaan.
Kinerja karyawan merupakan sebuah prestasi atau hasil yang
dicapai dari setiap individu yang didapatkan dalam setiap pelaksanaan
kerja. Jika hasilnya tidak mampu meningkatkan kinerja perusahaan,
karyawan akan berhenti bekerja. Kinerja yang dilakukan oleh kelompok
individu yang telah melaksanakan pekerjaan dalam organisasi tersebut
akan menentukan keberhasilan suatu organisasi tersebut pula. Dengan
demikian, perlu diterapkan penilaian kinerja untuk setiap individu atau
divisi tim kerja agar dapat dinilai secara objektif (Sutrisno, 2011).