Elemen Penting Modal Sosial


Uraian berikut ini menjelaskan beberapa elemen penting
dalam Modal Sosial yang berpengaruh pada kinerja organisasi, yaitu :
Kepercayaan (Trust)
Menurut Putnam (1993), kepercayaan sosial dalam dunia
modern muncul dari dua sumber: norma resiprositas dan jaringan
partisipasi warga. Kepercayaan merupakan unsur pokok dalam
transaksi ekonomi kendati para ekonom jarang membahas
gagasan ini. Kepercayaan adalah sejenis pelumas yang
memungkinkan partisipasi voluntar dalam produksi dan
perdagangan. Bahkan Arrow (1972) pernah mengatakan bahwa
“Setiap transaksi ekonomi mempunyai unsur kepercayaan di
dalamnya. Dapat dikemukakan secara logis bahwa banyak
keterbelakangan ekonomi di dunia dapat dijelaskan dengan
kurangnya “mutual confidence”. Kepercayaan adalah penting
karena keberadaan atau ketiadaannya berpengaruh pada apa
yang akan kita lakukan. Selain itu, dengan adanya rasa saling
percaya, suatu transaksi yang menguntungkan dapat berjalan
dengan lancar.
Anda mempercayai seseorang (atau lembaga) untuk
mengerjakan sesuatu bukan semata-mata karena dia berjanji mau
melakukannya. Anda mempercayai orang ini semata-mata Anda
mengenal wataknya, pilihan-pilihan dan akibat dari berbagai
tindakannya, dasar pengetahuannya dan kemampuannya.
Pendeknya, janjinya harus bisa dipercaya. Kepercayaan antara
orang-orang dan lembaga saling berhubungan. Kalau
kepercayaan Anda terhadap seseorang goyah, maka Anda tidak
akan mempercayai janjinya dan tidak akan mengadakan suatu
perjanjian dagang atau transaksi ekonomi dengannya.
Kepercayaan didasarkan pada reputasi, dan reputasi diperoleh
berdasarkan perilaku yang teramati. Reputasi adalah suatu aset,
kalau seseorang melakukan investasi dalam bentuk reputasi, dia
akan menikmati manfaatnya.
Upaya-Upaya Kooperatif Antar Anggota Organisasi
Di antara para anggota organisasi mulai dari pimpinan
tertinggi sampai pegawasi di level paling bawah, perlu ada
kesepakatan-kesepakatan tentang rule of game dalam organisasi,
tentang sasaran dan tujuan yang harus dicapai dan tentang apa
yang harus dilaksanakan dan apa yang tak boleh dilaksanakan
dalam organisasi. Ada empat situasi di mana para anggota
organisasi bisa memegang teguh kesepakatan-kesepakatan yang
telah mereka buat bersama: (1) para anggota organisasi saling
mempedulikan dan memperhatikan satu sama lain; (2) para
anggota dihargai, dan mereka tahu bahwa dirinya dihormati; (3)
kesepakatan-kesepakatan itu diperkuat dengan mengenakan
suatu sanksi kepada anggota yang perilakunya menyimpang; dan
(4) ada pihak luar yang menegakkan kesepakatan- kesepakatan
itu.
Kalau kesepakatan-kesepakatan diimplementasikan secara
konsisten, sesuai aturan main dalam organisasi, maka akan
tercipta suatu iklim yang kondusif bagi pelaksanaan tugas-tugas
dalam organisasi, yang selanjutnya berimplikasi pada
produktivitas organisasi.
Mutual Affection
Banyak sekali transaksi berlangsung hanya karena orangorang yang terlibat di dalamnya saling mempedulikan satu sama
lain, mereka secara rasional percaya bahwa semua orang saling
mempedulikan satu sama lain sehingga mereka saling percaya
untuk melaksanakan kewajiban-kewajiban mereka. Para ekonom
memodelkan situasi demikian sebagai suatu situasi di mana para
anggota organisasi atau kelompok mempunyai interdependent
utilities. Rumah tangga mencontohkan suatu institusi yang
dibangun berdasarkan care dan affection. Karena biaya
pemantauan dalam rumah tangga cukup rendah (sekelompok
orang yang tinggal bersama atau yang erat interaksinya dalam
kehidupan sehari-hari akan mampu mengamati dan saling
mengenal satu sama lain dengan baik), institusi ini mengalami
lebih sedikit masalah moral hazard dan masalah-masalah lain
dibanding dengan institusi yang lebih kompleks lainnya.
Penciptaan Jaringan Sosial
Seseorang mungkin mula-mula menganggap jaringan
sebagai sistem saluran komunikasi untuk melindungi dan
mempromosikan hubungan interpersonal. Hubungan
interpersonal merupakan gagasan yang lebih tajam, yang
mencerminkan kepercayaan bersama. Jaringan mencakup domain
yang luas. Jaringan ini berupa jaringan yang terajut dengan erat
seperti keluarga inti dan bersifat ekstensif seperti sebuah
organisasi voluntar. Kita dilahirkan dalam jaringan tertentu dan
memasuki jaringan-jaringan baru. Jadi, jaringan-jaringan itu
sendiri saling berhubungan satu sama lain. Hubungan-hubungan
jaringan juga dapat diekspresikan dalam bentuk saluran, meski
keputusan untuk membentuk saluran yang menghubungkan
jaringan- jaringan merupakan keputusan kolektif.
Membangun sebuah saluran melibatkan biaya, yaitu biaya
untuk memeliharanya. Dalam sebagian konteks, biaya itu disebut
“biaya transaksi”. Keinginan seseorang untuk bergabung dalam
sebuah jaringan mungkin disebabkan adanya nilai bersama.
Secara umum, seseorang memutuskan untuk berinvestasi dalam
sebuah saluran karena saluran itu berkontribusi langsung pada
kesejahteraan seseorang (berinvestasi dalam persahabatan) atau
karena saluran itu memiliki makna ekonomi (bergabung dalam
serikat kerja), atau karena keduanya (memasuki pernikahan).
Kadang penciptaan saluran tidak melibatkan biaya sama sekali,
karena tindakan untuk menciptakan saluran itu merupakan
sesuatu yang menambah berkah bagi kehidupan seseorang itu.
Mempersiapkan makan dan makan bersama; memberikan ekspresi
personal dan dekoratif (sekadar basa-basi) pada lingkungan
seseorang; mampu menceritakan perasaannya kepada orang lain
yang dipilihnya, dan semuanya ini dirasakan sebagai kebutuhan.