Dimensi Budaya Organisas


Menurut penelitian Hofstede (2005) lewat 5 Dimension of
Culture, budaya merupakan elemen – elemen struktural yang tercipta
dan dapat mempengaruhi kuatnya berperilaku dalam suatu organisasi. 5
dimensi budaya organisasi tersebut diantaranya:

  1. Power Distance (Jarak Kekuasaan)
    Merupakan penerimaan kekuasaan oleh seluruh anggota
    (karyawan) dalam suatu organisasi, dimana mereka mengharapkan
    adanya penyamarataan atas pendistribusian kekuasaan tersebut terhadap
    seluruh posisi dan jabatan.
  2. Individualism vs Collectivism (Individualis vs Kolektivitas)
    Individualistis adalah suatu kecenderungan perilaku dimana
    seseorang lebih suka bertindak secara individual dari pada kelompok
    dan diharapkan dapat membela diri sendiri serta fokus terhadap
    kepentingan pribadinya. Sementara kolektivitas adalah perilaku
    seseorang yang menyatakan dirinya sebagai suatu anggota dalam
    sebuah kelompok, mementingkan kerjasama, kepentingan dan
    perlindungan seluruh anggota kelompok.
  3. Uncertainty Avoidance (Penghindaran Ketidakpastian)
    Dimensi dimana anggota merasa tidak nyaman karena
    mendapatkan ketidakpastian atas keberlangsungan dan masa depan
    organisasinnya. Dimensi ini akan menciptakan suatu reaksi dimana
    anggota memilih untuk mencoba mengontrol masa depan atau
    membiarkannya.
  4. Long Term vs Short Term Orientation (Orientasi Jangka
    Panjang atau Jangka Pendek)
    Fokus dan nilai-nilai budaya yang bersangkutan dengan pola
    pikir masyarakat dapat terbentuk dari orientasi jangka panjang dan
    orientasi jangka pendek. Anggota dengan orientasi jangka panjang akan
    mementingkan masa depan sedangkan anggota dengan orientasi jangka
    pendek akan lebih memikirkan masa lalu dan masa sekarang.
  5. Masculinity vs Feminimity (Maskulin vs Feminim)
    Dimensi ini menunjukkan bahwa adanya pembagian dalam
    peran emosi antar laki-laki dan wanita. Nilai-nilai yang terdapat pada
    dimensi maskulin adalah nilai ketegasan, daya saing, ambisi, kekuasaan
    dan materialistik. Sementara dimensi yang terdapat pada feminim
    adalah nilai yang lebih terarah kepada hubungan dan kualitas hidup