Stephen (1994: 4) mendefinikan bahwa Organisasi adalah “Kesatuan (entity)
sosial yang dikoordinasikan secara sadar dengan sebuah batasan yang relatif
diidentifikasikan terus menerus untuk mencapai suatu tujuan bersama atau
sekelompok tertentu.” Sedangkan menurut David Cherrington dalam buku
Achmad Sobirin (2007: 4) mendefinisikan bahwa Organisasi adalah sistem sosial
yang mempunyai pola kerja yang teratur yang didirikan oleh manusia dan
beranggotakan sekelompok manusia dalam rangka untuk mencapai satu set tujuan
tertentu.
Sebuah organisasi mempunyai batasan yang relatif dapat diidentifikasi. Batas
dapat berubah dalam kurun waktu tertentu dan tidak selalu jelas, namun sebuah
batasan yang nyata harus ada agar kita dapat membedakan antara fungsionaris
dan bukan fungsionaris. Batasan cenderung dicapai melalui perjanjian yang
eksplisit maupun implisitantara para anggota dan organisasinya. Pada kebanyakan
hubungan kepegawaian terdapat sebuah perjanjian yang implisit di mana
pekerjaan itu ditukar dengan pembayaran upah. Pada organisasi sosial atau
sukarela, para anggota memberikan kontribusi dengan imbalan prestise, interkasi
sosial, atau kepuasan dalam membantu orang lain.
Weber dalam buku Miftah Thoha (2008: 113) mengemukakan bahwa suatu
organisasi atau kelompok kerja sama ini mempunyai unsur kekayaan sebagai
berikut:
- Organisasi merupakan tata hubungan sosial, dalam hal ini seorang individu
melakukan proses interaksi sesamanya di dalam organisasi tersebut. - Organisasi mempunyai batasan-batasan tertentu (boundaries), dengan
demikian seseorang yang melakukan hubungan interaksi dengan lainnya
tidak atas kemauan sendiri. Mereka dibatasi oleh aturan-aturan tertentu. - Organisasi merupakan suatu kumpulan tata aturan, yang bisa membedakan
suatu organisasi dengan kumpulan-kumpulan kemasyarakatan. Tata aturan
ini menyusun proses interaksi diantaraorang-orang yang bekerja sama di
dalamnya. Sehingga interaksi tersebut tidak muncul begitu saja. - Organisasi merupakan suatu kerangka hubungan yang berstruktur
didalamnya berisi wewenang, tanggung jawab dan pembagian kerja untuk
menjalankan sesuatu fungsi tertentu. Istilah lain dari unsur ini ialah
terdapatnya hierarki (hierarchy). Konsekuensi dari adanya hierarki ini
bahwa di dalam organisasi ada pimpinan atau kepala dan bawahan atau
staf.
