Menurut Trice dan Bayer dalam Fachreza, Said Musnadi, dan M. Shabri
Abd Majid (2018), budaya organisasi ternyata semakin marak
berkembang sejalan dengan meningkatnya dinamika iklim dalam
organisasi. Dengan demikian konsep budaya organisasi dikembangkan
dengan berbagai versi mengingat istilah budaya dipinjam dari disiplin
ilmuan tropologi dan sosiologi, sesuai dengan makna budaya yang
mengandung konotasi kebangsaan, ditambahkan lagi implikasinya
begitu luas sehingga dapat dilihat beragam sudut pandang. Namun
dalam proses adaptasi, kebanyakan berpendapat bahwa inti budaya
adalah sistem nilai yang dianut secara bersama – sama.
Menurut Geert Hofstede dalam Wibowo (2010, p.15), menyatakan
bahwa budaya terdiri dari mental program bersama yang mensyaratkan
respon individual pada lingkungannya. Definisi tersebut mengandung
makna bahwa kita melihat budaya dalam perilaku sehari – hari, tetapi
dikontrol oleh mental program yang ditanamkan sangat dalam.
Sedangakan menurut Edgar Schein dalam Wibowo (2010, p.16), yang
mengemukakan bahwa budaya organisasi adalah sebagai filosofi yang
mendasari kebijakan organisasi, aturan main untuk bergaul, dan
perasaan atau iklim yang dibawa oleh persiapan fisik organisasi.
Budaya organisasi menurut Stephen Robbins dalam Wibowo (2010,
p.17), adalah sebuah persepsi umum yang dipegang oleh anggota
organisasi, suatu sistem tentang keberartian bersama. Sedangkan
menurut Mangkunegara (2009, p.114) yang menyatakan bahwa budaya
organisasi adalah seperangkat asumsi atau sistem keyakinan, nilai –
nilai, dan norma yang dikembangkan dalam organisasi yang dijadikan
pedoman tingkah laku bagi anggota – anggotanya untuk mengatasi
masalah adaptasi eksternal dan internal.
Menurut Rivai dan Mulyadi (2012, p.374) menyatakan bahwa budaya
organisasi adalah suatu kerangka kerja yang menjadi pedoman tingkah
laku sehari-hari dan membuat keputusan untuk karyawan dan
mengarahkan tindakan mereka untuk mencapai tujuan organisasi.
Budaya organisasi merupakan pola keyakinan dan nilai – nilai (Values)
organisasi yang dipahami, dijiwai, dan dipraktikkan oleh organisasi,
sehingga pola tersebut memberikan arti tersendiri dan menjadi dasar
aturan berperilaku dalam organisasi. Oleh karena itu, budaya organisasi
dijadikan sebagai pengendali dan arah dalam membentuk sikap dan
perilaku manusia yang ada dalam organisasi. Budaya organisasi
diharapkan akan memberikan pengaruh yang positif terhadap pribadi
anggota organisasi maupun terhadap organisasi dalam hal mencapai visi
dan misi serta tujuan organisasi.
