Indikator Lingkungan Kerja


Dalam mengukur ataupun meningkatkan knerja karyawan perusahaan
perlu menentukan indikator – indikator. Menurut Nitisemito dalam
Nuraini (2013, p.102), indikator – indikator lingkungan kerja yaitu
sebagai berikut :

  1. Suasana Kerja
    Suasana kerja adalah kondisi yang ada disekitar karyawan yang
    sedang melakukan pekerjaan yang dapat mempengaruhi pelaksanaan
    pekerjaan itu sendiri. Suasana kerja ini akan meliputi tempat kerja,
    fasilitas dan alat bantu pekerjaan, kebersihan, pencahayaan,
    ketenangan termasuk juga hubungan kerja antara orang – orang yang
    ada di tempat tersebut.
  2. Hubungan Dengan Rekan Kerja
    Hubungan dengan rekan kerja yaitu hubungan dengan rekan kerja
    harmonis dan tanpa ada saling intrik diantara sesama rekan sekerja.
    Salah satu faktor yang dapat mempengaruhi karyawan tetap tinggal
    dalam satu organisasi adalah adanya hubungan yang harmonis dan
    kekeluargaan merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi
    kinerja karyawan.
  3. Tersedianya Fasilitas Kerja
    Hal ini dimaksudkan fasilitas – fasilitas kerja karyawan bahwa
    peralatan yang digunakan untuk mendukung kelancaran kerja
    lengkap atau mutakhir. Tersedianya fasilitas kerja yang lengkap,
    walaupun tidak baru merupakan salah satu penunjang proses dalam
    bekerja.
    Sedangkan menurut pendapat Sedarmayanti (2011, p.28) indikator –
    indikator lingkungan kerja yaitu sebagai berikut :
  4. Penerangan atau Cahaya di Tempat Kerja
    Cahaya atau penerangan sangat besar manfaatnya bagi pegawai guna
    mendapat keselamatan dan kelancaran kerja, oleh sebab itu perlu
    diperhatikan adanya penerangan (Cahaya) yang terang tetapi tidak
    menyilaukan. Cahaya di tempat kerja yang kurang jelas (Kurang
    Cukup) mengakibatkan penglihatan menjadi kurang jelas, sehingga
    pekerjaanakan lambat, banyak mengalami kesalahan, dan pada
    akhirnya menyebabkan kurang efisien dalam melaksanakan
    pekerjaan, sehingga tujuan organisasi sulit tercapai.
  5. Sirkulasi Udara di Tempat Kerja
    Oksigen merupakan gas yang dibutuhkan oleh makhluk hidup untuk
    menjaga kelangsungan hidup, yaitu untuk proses metabolisme.
    Udara di sekitar dikatakan kotor apabila kadar oksigen dalam udara
    tersebut telah berkurang dan telah bercampur dengan gas atau baubauan yang berbahaya bagi kesehatan tubuh. Sumber utama adanya
    udara segar adalah adanya tanaman disekitar tempat kerja. Tanaman
    merupakan penghasil oksigen yang dibutuhkan oleh manusia.
  6. Kebisingan di Tempat Kerja
    Salah satu polusi yang cukup menyibukkan para pakar untuk
    mengatasinya adalah kebisingan, yaitu bunyi yang tidak dikehendaki
    oleh telinga. Tidak dikehendaki, karena terutama dalam jangka
    panjang bunyi tersebut dapat mengganggu ketenangan bekerja,
    merusak pendengaran, dan menimbulkan kesalahan komunikasi,
    bahkan, kebisingan yang serius dapat menyebabkan kematian.
  7. Bau Tidak Sedap di Tempat Kerja
    Adanya bau – bauan disekitar tempat kerja dapat dianggap sebagai
    pencemaran, karena dapat mengganggu konsentrasi bekerja, dan
    bau – bauan yang terjadi terus – menerus dapat mempengaruhi
    kepekaan penciuman. Pemakaian “Air Condition” yang tepat
    merupakan salah satu cara yang dapat digunakan untuk
    menghilangkan bau – bauan yang mengganggu disekitar tempat
    kerja.
  8. Keamanan di Tempat Kerja
    Guna menjaga tempat dan kondisi lingkungan kerja tetap dalam
    keadaan aman maka perlu diperhatikan adanya keamanan dalam
    bekerja. Oleh karena itu faktor keamanan perlu diwujudkan
    keberadaannya. Salah satu upaya untuk menjaga keamanan di tempat
    kerja, dapat memanfaatkan tenaga Satuan Petugas Pengaman
    (SATPAM)