Faktor – Faktor Motivasi


Setiap pegawai dalam suatu organisasi belum tentu bersedia memberikan
kemampuan yang dimilikinya secara penuh, oleh karena itu dibutuhkan motivasi
untuk memberikan dorongan kepada pegawai agar dapat bekerja semaksimal
mungkin. Menurut (Hasibuan, 2014) menyatakan bahwa motivasi pegawai dalam
melaksanakan pekerjaannya dipengaruhi oleh dua faktor yaitu faktor kebutuhan
dan faktor psikologi. Faktor motivasi yang menyangkut kebutuhan adalah sebagai
berikut:

  1. Gaji (salaries) merupakan bentuk pembayaran atau upah yang menjadi hak
    yang wajib diberikan oleh suatu organisasi atau instansi kepada pegawai
    (Mardi, 2014).
  2. Kondisi kerja (work condition) merupakan semua aspek fisik kerja, psikologis
    kerja, dan peraturan kerja yang mempengaruhi kepuasan serta pencapaian
    produktivitas kerja pegawai (Mangkunegara, 2013).
  3. Kebijaksanaan dan administrasi perusahaan (company policy and
    administration) akan memberikan tingkat kesesuaian yang dirasakan pegawai
    terhadap semua kebijakan dan peraturan yang berlaku dalam suatu organisasi
    (Siagian, 2012).
  4. Hubungan antar pribadi (interpersonal relation) merupakan tingkat
    kesesuaian yang dirasakan dalam berinteraksi antar pegawai lainya (Siagian,
    2012).
  5. Kualitas supervisi (quality supervisor) merupakan tingkat kewajaran supervisi
    yang dirasakan oleh pegawai (Siagian, 2012).
    Faktor – faktor motivasi yang menyangkut kebutuhan psikologi adalah sebagai
    berikut :
  6. Prestasi (achievement) merupakan hasil usaha yang dicapai pegawai dalam
    melaksanakan tugas-tugasnya (Hasibuan, 2014).
  7. Pengakuan (recognition) merupakan besar kecilnya pengakuan hasil kerja
    yang dilakukan pegawai (Siagian, 2012)
  8. Pekerjaan itu sendiri (the work itself) merupakan berat ringannya tantangan
    yang dirasakan pegawai dalam melakukan pekerjaannya (Siagian, 2012).
  9. Tanggung jawab (responsibility) merupakan besar kecilnya tanggung jawab
    yang dirasakan dan diberikan kepada pegawai (Siagian, 2012).
  10. Pengembangan potensi individu (advancement). merupakan besar kecilnya
    kemungkinan pegawai memiliki peluang untuk maju dalam bekerja seperti
    naik jabatan (Siagian, 2012).