Karakteristik Budaya Organisasi


Menurut Robbins (dalam Ernawan (2012: 82) terdapat 6 karakteristik
primer dan hakikat budaya organisasi, yaitu:

  1. Inovasi dan pengambilan resiko.
    Sejauh mana para karyawan didorong untuk inovatif dan mengambil resiko.
  2. Perhatian pada kerincian.
    Sejauh mana para karyawan diharapkan memperlihatkan presisi
    (kecermatan), analisis dan perhatian pada rincian.
  3. Orientasi pada hasil.
    Sejauh mana manajemen memfokuskan pada hasil, berdasarkan teknik dan
    proses yang digunakan untuk mencapai hasil tersebut.
  4. Orientasi Tim.
    Sejauh mana kegiatan kerja di organisasi di sekitar tim, bukannya individuindividu.
  5. Keagresifan.
    Sejauh mana anggota-anggota itu agresif dan kompetitif, bukannya santai
    saja.
  6. Kemantapan.
    Sejauh mana kegiatan organisasi dipertahankan status quo sehingga kontras
    dengan pertumbuhan
    Adapun Dharma dan Akib (dalam Riani (2012:24) mengemukakan 10
    karakteristik budaya organisasi sebagai berikut:
  7. Identitas anggota
    Dimana derajat pekerjaan lebih mengidentifikasi organisasi secara
    menyeluruh daripada dengan tipe pekerjaan atau bidang keahlian
    profesionalnya.
  8. Penekanan kelompok
    Aktivitas tugas lebih diorganisir untuk seluruh kelompok dari pada
    individu.
  9. Fokus Orang
    Keputusan manajemen memperhatikan dampak output yang dihasilkan
    terhadap pekerjaan dalam organisasi
  10. Penyatuan Unit
    Unit-unit dalam organisasi didorong agar berfungsi dengan cara yang
    terorganisasi atau bebas.
  11. Pengendalian
    Peraturan, regulasi dan pengendalian langsung digunakan untuk mengawasi
    dan pengendalian peilaku pekerja.
  12. Toleransi Risiko
    Pekerja didorong untuk agresif, kreatif, inovatif dan mau mengambil resiko
  13. Kriteria ganjaran
    Dimana ganjaran seperti peningkatan pembayaran dan promosi lebih
    dialokasikan menurut kinerja pekerja daripada senioritas, favoritisme atau
    faktor non pekerja lainnya.
  14. Toleransi konflik
    Pekerja didorong dan diarahkan untuk menunjukan konflik dan kritik secara
    terbuka.
  15. Orientasi sarana-tujuan
    Manajemen lebih terfokus pada hasil atau luaran dari teknik dan proses yang
    digunakan untuk mencapai luaran tersebut.
  16. Fokus pada sistem terbuka
    Organisasi memonitor dan merespon perubahan dalam lingkungan
    eksternal.