Penilaian Kinerja Pegawai


Penilaian kinerja adalahproses evaluasi seberapa baik karyawan mengerjakan
pekerjaan mereka ketika dibandingkan dengan satu set standar, dan kemudian
mengkomunikasikannya dengan para karyawan (Mathis,2002). Penilaian kinerja
berarti mengevaluasi kinerja karyawan saat ini atau dimasa lalu relatif terhadap
standar prestasinya. Penilaian kinerja juga selalu mengasumsikan bahwa karyawan
memahami apa standar kinerja mereka, dan penyelia juga memberikan umpan
balik, pengembangan, dan insentif yang diperlukan untuk membantu orang yang
bersangkutan menghilangkan kinerja yang kurang baik atau melanjutkan kinerja
yang baik (Dessler,2006).
Penilaian prestasi pegawai adalah suatu proses penilaian prestasi kerja
pegawai yang dilakukan pemimpin perusahaan secara sistematik berdasarkan
pekerjaan yang ditugaskan kepadanya. Pemimpin perusahaan yang menilai prestasi
kerja pegawai, yaitu atasan pegawai langsung, dan atasan tak langsung. Selain itu,
kepala bagian personalia berhak memberika penilaian prestasi terhadap semua
pegawainya sesuai data yang ada di bagian personalia (Mangkunegara,2004).
Menurut Mathis dan Jackson (2002), penilaian kerja karyawan memiliki dua
penggunaan yang umum didalam organisasi, yaitu:

  1. Penggunaan administratif antara lain:
    a. Sebagai dasar pembuat promosi atau pemecatan karyawan
    b. Kompensasi berdasarkan pemikiran bahwa gaji harusnya diberikan untuk
    suatu pencapaian kinerja dan bukannya untuk senioritas
    c. Sistem orientasi kinerja berdasarkan kinerja karyawan
    d. Sebagai dasar pembuat keputusan untuk promosi, pemecatan,
    pengurangan,dan penugasan pindah tugas.
  2. Penggunaan pengembangan antara lain:
    a. Sebagai alat untuk mengenali kekuatan pegawai
    b. Alat untuk mengidentifiasikan potensi pegawai
    c. Alat untuk mengembangkan kemampuan pegawai dengan memberikan
    umpan balik
    d. Alat untuk mendorong pemimpin memberikan penjelasan terhadap
    pegawai mengenai peningkatan yang diperlukan