Pengertian Mutu Pelayanan


Mutu menurut (Abdullah, 2018) merupakan istilah kualitas dari gambaran
karakteristik menyeluruh mengenai barangatau jasa yang menunjukkan
kemampuannya dalam memuaskan kebutuhan pihak pengguna. Berkaitan dengan
pendidikan di sekolah, pendidikan merupakan dua istilah yang berasal dari mutu dan
pendidikan, artinya menunjuk pada kualitas produk yang di hasilkan lembaga
pendidikan atau sekolah. Yaitu dapat diidentifikasi dari banyaknya siswa yang
memiliki prestasi, baik prestasi akademik maupun yang lain, serta lulusan relevan
dengan tujuan.
Layanan didefinisikan sebagai pelayanan yang memberikan hak dasar kepada
masyarakat sesuai dengan kebutuhan yang diinginkan sesuai dengan peraturan
perundang-undangan dan dalam pelayanannya dituntut agar dapat memberikan
layanan yang maksimal dan profesional. Selanjutnya bahwa kualitas pelayanan
pendidikan adalah persepsi mahasiswa terhadap keunggulan suatu layanan di dalam
institusi pendidikan itu sendiri. Mahasiswa juga yang mampu menilai kualitas layanan
suatu perusahaan berkualitas atau tidak. Berdasarkan pengertian tersebut dapat
dikatakan bahwa kualitas pelayanan dapat diukur dengan baik kualitasnya melalui
perbandingan antara jasa yang ditawarkan dengan persepsi penerimaan pelanggan
apakah sudah sesuai dengan harapan pelanggan atau belum. Baik tidaknya kualitas
pelayanan jasa tergantung pada kemampuan penyedia jasa khususnya lembaga
pendidikan dalam memenuhi harapan pelanggannya secara konsisten.
Jasa (services) sebagai sebuah pelayanan yang beragam mulai dari adanya
pelayanan pribadi (personal service) hingga jasa sebagai produk. Berdasarkan
pernyataan menurut (Juhana & Mulyawan, 2018) mengungkapkan bahwa jasa
memiliki empat karakteristik yang mampu membedakan barang dan jasa yang
dinamakan paradigm IHIP yaitu Intangibility (tidak dapat dirasa) , Heterogeneity
(banyak variasi,bentuk, dan kualitas), Inseparability (dapat dijual terlebih dahulu dan
dikonsumsi di waktu dan tempat yang sama), dan Perishability (tidak dapat disimpan).
Menurut (Abdullah, 2018) juga mengemukakan terkait pendapatnya mengenai
mutu sebagai sesuatu untuk menjamin pencapaian tujuan atau luaran yang diharapkan,
dan harus selalu mengikuti perkembangan pengetahuan profesional terkini (consist
with current professional knowledge). Untuk itu mutu harus diukur dengan derajat
pencapaian tujuan, berpikir tentang mutu berarti berpikir mengenai tujuan dengan
memenuhi berbagai standar / spesifikasi.
Berikut ini Ada empat hal yang perlu diperhatikan dalam pendekatan untuk
mencapai pelayanan prima melalui peningkatan mutu pelayanan, yaitu sebagai
berikut:

  1. Pelanggan dan harapannya
    Harapan pelanggan mendorong upaya peningkatan mutu pelayanan. Organisasi
    pelayanan kesehatan mempunyai banyak pelanggan potensial. Harapan mereka
    harus diidentifikasi dan diprioritaskan lalu membuat kriteria untuk menilai
    kesuksesan.
  2. Perbaikan kinerja
    Bila harapan pelanggan telah diidentifikasi, langkah selanjutnya adalah
    menidentifikasi dan melaksanakan kinerja staf dan dokter untuk mencapai
    konseling, adanya pengakuan, dan pemberian reward.
  3. Proses perbaikan
    Proses perbaikan juga penting. Sering kali kinerja disalahkan karena masalah
    pelayanan dan ketidakpuasan pelanggan pada saat proses itu sendiri tidak dirancang
    dengan baik untuk mendukung pelayanan. Dengan melibatkan staf dalam proses
    pelayanan, maka dapat diidentifikasi masalah proses yang dapat mempengaruhi
    kepuasan pelanggan, mendiagnosis penyebab, mengidentifikasi, dan menguji
    pemecahan atau perbaikan.
  4. Budaya yang mendukung perbaikan terus menerus
    Untuk mencapai pelayanan prima diperlukan organisasi yang tertib. Itulah
    sebabnya perlu untuk memperkuat budaya organisasi sehingga dapat mendukung
    peningkatan mutu. Untuk dapat melakukannya, harus sejalan dengan dorongan
    peningkatan mutu pelayanan terus-menerus.
    Untuk meningkatkan pelayanan kesehatan agar lebih bermutu dan terjangkau oleh
    masyarakat, maka perlu dilaksanakan berbagai upaya. Upaya ini harus dilakukan
    secara sistematik, konsisten dan terus menerus.