Keunggulan Bersaing


Pada dasarnya setiap perusahaan yang bersaing dalam suatu lingkungan
industri mempunyai keinginan untuk dapat lebih unggul dibandingkan
pesaingnya. Reniati (2013 : 45) menyebutkan bahwa competitive Advantages
adalah sebuah konsep yang atraktif dalam berbagai level studi. Termasuk dalam
level perusahaan, indivisu, mikroekonomi untuk kebijakan industry level ekonomi
menentukan posisi keunggulan dari ekonomi nasional. Berikut akan penulis
paparkan beberapa pengertian dan konsepsi dari keunggulan bersaing menurut
para ahli.
Sebuah review oleh waheeduzzaman dan Ryans (2000) dalam Reniati
(2013 : 45) menegaskan bahwa konsep keunggulan bersaing terdapat dalam
berbagai disiplin ilmu berbeda, seperti dari perspektif strategik dan manajemen,
perspektif sejarah dan social budaya. Sedangkan menurut Day dan Wesley dalam
Freddy (2002 : 91) Keunggulan bersaing merupakan suatu proses yang dinamis
untuk mencapai kenggulan-keunggulan yang akan membuat perusahaan
menghasilkan keuntungan di atas rata-rata industri sejenis.
Dua elemen dari keunggulan bersaing menurut Walker (2009 : 50) adalah:

  1. Memposisikan lini produk yang efektif dibandingkan pesaing
  2. Mempertahankan posisi sumber daya pasar dalam melawan pesaing.
    Menurut Porter (2000) dalam Reniati (2013 : 51) keunggulan bersaing
    pada dasarnya berkembang dari nilai yang mampu diciptakan oleh sebuah
    perusahaan untuk pembeliannya yang melebihi biaya perusahaan dalam
    menciptakannya. Nilai adalah apa yang pembeli bersedia bayar dan nilai unggul
    berasal dari tawaran harga yang lebih rendah dari pesaing untuk manfaat yang
    sepadan atau memberikan manfaat yang unik yang lebih dari pada sekedar
    mengimbangi harga yang lebih tinggi.
    Menurut Gordon (2002 : 3), meninjau keunggulan bersaing dari sisi
    competitor dan customer, bersaing bukan hanya merupakan pemikiran tetapi juga
    suatu strategi dan proses. Menurutnya perusahaan bersaing dari lima sumberdaya
    yaitu: manusia, waktu, uang, teknologi dan pengetahuan. Selanjutnya Gordon
    berpendapat bahwa adanya kompleksitas dalam mengelola keunggulan bersaing,
    maka pemasar jarang memperhatikan pesaing dan lebih kepada konsumen dan
    segmen pasar. Oleh karena itu diperlukan pendekatan baru tidak hanya focus
    kepada konsumen tetapi juga pesaing.