Menurut Margono dalam Ibrahim dan Rusdiana (2021), Total Quality
Management dimulai selama Perang Dunia II di Amerika Serikat ketika W.
Edwards Deming membantu insinyur dan teknisi dalam menggunakan teori
Statistik untuk memperbaiki kualitas produk. Kemudian Deming pergi ke Jepang
dalam rangka untuk mengajar para pemimpin bisnis top. Walaupun banyak ide
berawal dari Amerika Serikat, tetapi hampir sebagian besar perusahaan Jepanglah
yang menerapkan teori tersebut dan melakukan perbaikan dari tahun 1950-an.
Evolusi dari gerakan Total Quality Management (TQM) dimulai dari masa
studi waktu dan gerak dari Frederick Taylor tahun 1920. Landasan dari Total
Quality Management yaitu Statistical Process Control (SPC) yang merupakan
model dari manajemen manufaktur. Model ini awalnya dikemukakan oleh Joseph
Juran dan Edward Deming setelah Perang Dunia II guna membantu Jepang dalam
membangun infastruktur dari negaranya. Ajaran ini kemudian berkembang terus
hingga dinamakan Total Quality Management oleh US Navy tahun 1985. Total
Quality Management terus mengalami perubahan menjadi semakin matang serta
mengalami diversifikasi dalam aplikasi untuk bidang industri jasa, kesehatan,
manufaktur, serta di bidang pendidikan.
