Kepuasan kerja dapat diukur melalui beberapa indikator. Smith dalam
Indrasari, (2017:45) menyatakan terdapat 5 (lima) dimensi kepuasan kerja yakni:
a) Kepuasan terhadap pekerjaan itu sendiri
Pekerjaan memberikan kesempatan pegawai belajar sesuai dengan minat serta
kesempatan untuk bertanggungjawab. Dalam teori dua faktor diterangkan
bahwa pekerjaan merupakan faktor yang akan menggerakkan tingkat motivasi
kerja yang kuat sehingga dapat menghasilkan prestasi kerja yang baik.
b) Kepuasan terhadap gaji
Kepuasan kerja pegawai akan terbentuk apabila besar uang yang diterima
pegawai sesuai dengan beban kerja dan seimbang dengan pegawai lainnya
c) Kesempatan promosi
Promosi adalah bentuk penghargaan yang diterima pegawai dalam organisasi.
Kepuasan kerja pegawai akan tinggi apabila pegawai dipromosikan atas dasar
prestasi kerja yang dicapai pegawai tersebut.
d) Kepuasan terhadap supervisi
Hal ini ditunjukkan oleh atasan dalam bentuk memperhatikan seberapa baik
pekerjaan yang dilakukan pegawai, menasehati dan membantu pegawai serta
komunikasi yang baik dalam pengawasan. Kepuasan kerja pegawai akan
tinggi apabila pengawasan yang dilakukan supervisor bersifat memotivasi
pegawai.
e) Kepuasan terhadap rekan sekerja
Jika dalam organisasi terdapat hubungan antara pegawai yang harmonis,
bersahabat, dan saling membantu akan menciptakan suasana kelompok kerja
yang kondusif, sehingga akan menciptakan kepuasan kerja pegawai.
Luthans (2006) dalam Indrasari, (2017: 46) menyatakan bahwa kepuasan kerja
meliputi 6 (enam) dimensi yakni gaji, pekerjaan itu sendiri, promosi, pengawasan,
kelompok kerja, dan kondisi kerja. Hal ini dapat dijelaskan sebagai berikut:
a) Gaji
Berkaitan dengan kompensasi yang diperoleh pegawai atas pekerjaan yang
dilakukan. Uang yang diperoleh pegawai tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan
dasar pegawai namun juga untuk kebutuhan yang lebih tinggi. Oleh karena itu gaji
yang diterima pegawai haruslah memenuhi kebutuhan nominal, bersifat mengikat,
menimbulkan semangat, diberikan secara adil, dan bersifat dinamis.
b) Pekerjaan itu sendiri
Pekerjaan harus menarik bagi pegawai, memberikan kesempatan belajar, dan
kesempatan menerima tanggung jawab. Pekerjaan yang terlalu mudah
memberikan rasa jenuh, akan tetapi pekerjaan terlalu berat membuat pegawai
tertekan.
c) Promosi
Merupakan proses pemindahan dari satu jabatan ke jabatan lainnya yang lebih
tinggi di dalam organisasi. Promosi diikuti oleh tugas, tanggungjawab, dan
wewenang yang baru yang lebih tinggi dari jabatan sebelumnya. Kesempatan
promosi ini memberikan pengaruh yang bervariasi terhadap kepuasan kerja
pegawai dalam organisasi.
d) Kelompok Kerja
Di dalam organisasi pegawai masuk ke dalam kelompok kerja. Kelompok kerja
yang kondusif akan memberikan kemudahan pegawai bekerja dan pada akhimya
memberikan kepuasan pegawai.
e) Pengawasan
Gaya atasan dalam menjalankan pengawasan terhadap pegawai dapat berupa
memberikan perhatian dan partisipasi pegawai. Pengawasan yang memberikan
perhatian terhadap kepentingan pegawai dan mengajak pegawai berpartisipasi
dalam pengambilan keputusan terhadap pekerjaan pegawai sendiri akan sulit
dilupakan pegawai
f) Teman Kerja
Teman kerja yang ramah dan mudah diajak kerjasama memberikan kepuasan
kerja bagi pegawai lainnya. Teman kerja seperti ini jika terjadi secara merata
diantara kelompok kerja akan membuat pekerjaan menjadi mudah dilakukan dan
akibatnya pegawai mendapat kepuasan kerja.
