Motivasi Intrinsik dan Kinerja Karyawan

Seorang karyawan akan memiliki minat yang tinggi dalam pekerjaan jika
dia termotivasi secara intrinsik dan akan melakukan pekerjaan dengan rajin. Selain
itu, motivasi intrinsik dapat mempengaruhi ketekunan individu dalam pencapaian
tugas, yang selanjutnya akan tercermin dalam kinerja pekerjaannya. Karyawan
yang termotivasi secara intrinsik sangat menyadari tanggung jawab mereka, yang
menghasilkan lebih banyak antusiasme terhadap pekerjaan. Kurangnya motivasi
intrinsik dari karyawan akan menghambat kinerja mereka dan dapat berdampak
negatif terhadap kinerja organisasi.
Dua hal yang berkaitan dengan kinerja/performance adalah kesediaan atau
motivasi dari pegawai untuk bekerja, yang menimbulkan usaha karyawan dan
kemampuan karyawan untuk melaksanakannya. Setiap kali karyawan termotivasi,
maka mereka akan terdorong untuk meningkatkan kinerja mereka. Dalam hal
ini, Kuvaas et.,al. (2017) menegaskan bahwa motivasi dapat meningkatkan
komitmen kerja karyawan, penghargaan pekerjaan, partisipasi dan pengambilan
keputusan. Karyawan yang sudah termotivasi dalam melakukan pekerjaanya secara
tidak langsungkaryawan tersebut akan membantu organisasi tersebut untuk
mencapai tujuan yang diinginkan oleh organisasi tersebut. Dengan demikian,
motivasi dapat mendorong karyawan untuk melipat-gandakan upaya mereka dalam
menyelesaikan pekerjaan mereka, meskipun ada rintangan yang dapat mereka
hadapi.