Definisi Kontrak Psikologis

Kontrak merupakan hal yang tidak asing lagi dijumpai dalam setiap
aspek kehidupan manusia, dengan formalitas dan variasi yang beragam.
Kontrak merupakan keyakinan akan kewajiban yang terdapat diantara dua
atau lebih pihak terkait.
Rousseau (1995: 23) mendefinisikan kewajiban sebagai komitmen
terhadap perilaku di masa mendatang yang harus ditepat. Kontrak dapat
disampaikan baik secara tertulis, verbal, maupun dalam bentuk ekspresi yang
beragam (Rousseau, 1995), namun, ada kontrak yang muncul tanpa disadari
keberadaannya karena bersifat informil, yaitu kontrak yang tidak dipaparkan
secara langsung dan bersifat tersirat. Salah satu bentuk kontrak yang bersifat
informil namun memegang peranan penting dalam dunia kerja adalah kontrak
psikologis.
Rousseau (1995: 9) mendefinisikan kontrak psikologis sebagai
kepercayaan yang diyakini oleh karyawan yang terkait dengan perjanjian
hubungan tenaga kerja antara pihak karyawan dengan perusahaan.
Agyris (dalam Barling dan Cooper, 2008) berargumen bahwa kontrak
ini dapat mendorong karyawan untuk menghasilkan produktivitas yang tinggi
dengan meminimalisir keluhan untuk memperoleh rasa aman dalam
pekerjaan serta gaji yang lebih tinggi.
Isakson (dalam Petersitzke, 2009) mendefinisikan kontrak psikologis
sebagai persepsi terhadap harapan dan tanggung jawab yang bersifat timbal
balik dalam perjanjian tenaga kerja.
Guest dan Conway (dalam Petersitzke, 2009) mendefinisikan kontrak
psikologis sebagai persepsi terhadap hubungan dua pihak, karyawan dan
perusahaan.
Rousseau beserta dengan rekan kerjanya berargumen bahwa
pelanggaran terhadap tanggung jawab dan kewajiban akan memberikan
dampak yang lebih kuat dibandingkan pelanggaran terhadap harapan
subjektif (Rousseau, 1995).
MacNeil (dalam Haq, Jam, Azeem, Ali, & Fatima, 2011) menjelaskan
bahwa kontrak psikologis dapat dikategorikan menjadi dua bentuk, yaitu
kontrak transaksional dan relasional. Kontrak transaksional berorientasi pada
hal yang berkaitan dengan moneter dan merupakan kontrak jangka pendek.
Rousseau (dalam Haq, Jam, Azeem, Ali, & Fatima, 2011: 73)
berargumen bahwa bentuk kontrak ini hanya menitikberatkan pada gaji yang
tinggi namun tidak ada komitmen pada perusahaan yang terlibat di dalamnya.
Pada umumnya, kontrak ini berlaku apabila perusahaan merekrut karyawan
sementara untuk tujuan spesifik. Berbeda dengan kontrak transaksional,
kontral relasional merupakan kontrak untuk periode jangka panjang. Elemen
yang tergolong dalam kontrak ini adalah komponen sosio-emosional seperti
loyalitas, komitmen, dan kepercayaan (Haq et al., 2011).