Faktor Kinerja Karyawan

Untuk menghasilkan kinerja yang baik, yang dianggap efisien dan mampu
bersaing di masa depan, salah satu faktor pendukung untuk mencapai itu semua yaitu
diperlukan adanya peran manajemen SDM yang baik dalam menjalankan dan mengatur
jalannya suatu perusahaan atau organisasi itu sendiri (Vichit, Niwat & Sumana, 2021).
Dan dengan adanya peran tersebut, memungkinkan suatu perusahaan dalam
mengidentifikasi serta mengevaluasi kinerja karyawan.
Menurut Any & Irma (2020), terdapat beberapa faktor yang dapat
mempengaruhi kinerja karyawan dan faktor tersebut akan dibagi menjadi dua faktor
utama, yaitu faktor dukungan organisasi serta kompetensi individu. Pada faktor
dukungan organisasi, kinerja dianggap didukung oleh beberapa faktor, yaitu:
– Penghargaan
Ketika seorang karyawan telah berhasil menyelesaikan pekerjaannya
dan dari pihak perusahaan memberikan sebuah reward atau
penghargaan, maka hal tersebut dapat mendorong karyawan untuk
bekerja lebih maksimal. Sehingga dengan begitu dapat meningkatkan
kinerja karyawan.
– Delegating
Dimana terdapat arahan yang diberikan oleh pemimpin atau pihak
pimpinan kepada karyawannya untuk menjalankan pekerjaan. Artinya
pihak pimpinan mampu menunjuk karyawan bersangkutan yang
dianggap patut untuk dijadikan contoh bagi karyawan-karyawan lain
dalam bekerja. Sehingga dengan begitu karyawan akan termotivasi
untuk terus bekerja lebih maksimal.
– Dukungan Atasan
Selain Delegating, dukungan atasan juga dianggap mampu
meningkatkan kinerja karyawan. Hampir sama dengan Delegating
yaitu adanya peran atasan atau pimpinan dalam melibatkan
karyawannya. Namun yang menjadi pembeda pada faktor Dukungan
Atasan, pada faktor ini lebih membicarakan bagaimana seorang atasan
dapat mempercayai dan mendukung karyawannya dalam bekerja,
sehingga dengan begitu seorang karyawan akan merasa nyaman ketika
bekerja. Namun tetap perlu dilakukan pengawasan oleh pimpinan
sendiri agar pekerjaan yang dilakukan oleh karyawan masih dalam
batasan yang baik.
– Kesejahteraan Karyawan
Kinerja karyawan dapat meningkat apabila karyawan merasakan
adanya kepedulian dari pihak perusahaan terhadap dirinya dalam
berbagai aspek. Begitu sebaliknya, jika karyawan tidak dipedulikan
oleh pihak perusahaan dalam beberapa masalah tertentu, maka hal
tersebut membuat karyawan merasa dirinya tidak dihargai dan
dianggap. Sehingga kesejahteraan karyawan dianggap bisa berdampak
pada kinerja karyawan.
– Kondisi Kerja
Kondisi kerja suatu perusahaan juga mencerminkan bagaimana
lingkungan kerja yang ada. Jika lingkungan kerja yang diciptakan
positif, maka hal tersebut dapat mendorong rasa nyaman karyawan
saat bekerja dan memungkinkan mereka untuk memaksimalkan
pekerjaannya. Namun jika lingkungan kerja yang tercipta tidak
memberikan kenyamanan bagi karyawan, maka dapat dikatakan
kondisi kerja yang ada dalam perusahaan tidak baik.
– Selling
Adanya pemberian ide-ide atau gagasan baru oleh pihak atasan atau
pimpinan kepada karyawannya dalam bekerja. Melalui hal tersebut
membuat karyawan akan mendapatkan pengalaman dan pengetahuan
baru dalam pekerjaannya, sehingga apa yang dikerjakan oleh
karyawan tidak akan terasa monoton atau membosankan.
Dan untuk pendukung yang termasuk dalam faktor kompetensi individu terdiri dari:
– Keterampilan
Seperti yang kita ketahui, setiap karyawan pasti akan bekerja sesuai
dengan pengetahuan dan keterampilan mereka Semakin tinggi
pengetahuan dan semakin terampil karyawan dalam pekerjaannya,
maka membuat karyawan akan semakin berkembang dan akan jauh
lebih menyenangi pekerjaannya. Dan hal tersebut tentu dapat
meningkatkan kinerja karyawan karena karyawan akan lebih produktif
terhadap pekerjaan yang sesuai dengan keterampilannya.
– Motif
Seorang karyawan ketika dalam lingkungan pekerjaan, tentu tujuan
akhir mereka yaitu untuk mendapatkan kompensasi. Dan hal tersebut
merupakan salah satu motif seorang karyawan dalam bekerja. Dan
ketika seseorang sudah mengetahui motif mereka dalam bertindak,
maka mereka akan melakukan segala cara untuk mencapai
keinginannya. Begitu juga dengan seorang karyawan dalam bekerja,
ketika seorang karyawan sudah mengetahui motif mereka dalam
bekerja, maka mereka akan bertindak sesuai dengan aturan perusahaan
untuk mencapai apa yang diinginkan. Dan dengan begitu, motif dapat
mendorong karyawan dalam memaksimalkan kinerjanya.
– Watak
Setiap manusia tentu memiliki watak yang berbeda-beda. Jika berada
dalam lingkup pekerjaan, watak merupakan sesuatu yang dianggap
dapat mempengaruhi kinerja karyawan. Karena jika berbicara terkait
watak seseorang dalam bekerja, maka hal tersebut berbicara
bagaimana seorang karyawan dapat bertindak sebagaimana mestinya,
mampu berada dalam tekanan, dapat beradaptasi dengan
lingkungannya serta konsisten dengan pekerjaan yang dikerjakan.
Sehingga dengan begitu, watak dapat mempengaruhi kinerja
karyawan. Jika watak yang dimiliki karyawan memiliki dampak
positif, maka kinerja yang dihasilkan pun juga akan memiliki hasil
yang baik. Namun jika watak seseorang negatif, maka secara tidak
langsung dapat menurunkan kinerja karyawan tersebut.
– Konsep Diri
Selain watak yang tentu dimiliki oleh setiap manusia, kepercayaan dan
nilai luhur juga tentu dimiliki oleh setiap individu. Dan hal tersebut
disebut sebagai konsep diri. Karena apapun nilai luhur dan
kepercayaan yang dianut oleh karyawan, tentu akan mencerminkan
tindakannya dalam berperilaku sehari-hari. Begitu juga, karyawan
yang memiliki nilai luhur dan kepercayaan yang kuat akan
mencerminkan diri mereka dalam pekerjaan mereka dan bekerja sesuai
dengan ajaran yang positif.