Definisi Niat Untuk Keluar

Menurut Abelson (1987, dalam Kundu dan Gahlawat, 2015) niat
karyawan untuk keluar dapat diartikan sebagai tindakan penarikan diri yang
terdiri atas beberapa komponen yang secara simultan muncul dalam individu
berupa adanya niat untuk keluar, keinginan untuk mencari pekerjaan lain,
mengevaluasi kemungkinan untuk menemukan pekerjaan yang layak di
tempat lain, dan adanya keinginan untuk meninggalkan organisasi. Keinginan
untuk keluar merupakan sinyal awal terjadinya turnover di dalam suatu
organisasi. Abelson (1987, dalam Kundu dan Gahlawat, 2015) juga
menyatakan bahwa sebagian besar karyawan yang meninggalkan organisasi
secara sukarela dapat digolongkan atas perpindahan kerja sukarela yang dapat
dihindarkan (avoidable voluntary turnover) dan perpindahan kerja sukarela
yang tidak dapat dihindarkan (unavoidable voluntary turnover).
Avoidable voluntary turnover dapat disebabkan karena alasan berupa
gaji, kondisi kerja, atasan atau ada organisasi lain yang dirasa lebih baik,
sedangkan unavoidable voluntary turnover dapat disebabkan oleh jalur
perubahan karir atau faktor keluarga. Keinginan untuk keluar yang akan di
bahas dalam penelitian ini adalah model avoidable voluntary turnover.