Pendekatan Kepemimpinan

Adair dengan model ACL (Action Centred Leadership) mengemukakan
bahwa kepemimpinan seseorang dapat didekati dengan berbagai cara, dintaranya
adalah:
a. Pendekatan kualitas kepemimpinan seseorang
Dalam pendekatan ini ditekankan kepemimpinan seseorang adalah
pembawaan yang secara fakta memiliki kualitas kepemimpinan. Dalam
pendekatan ini seorang pemimpin menyiratkan kecenderungan memiliki
kualitas yang dikagumi dan diharapkan pengikutnya. Seorang pemimpin
adalah seorang yang mempunyai integritas yaitu kualitas yang membuat
orang lain mempercayai. Tanpa integritas tentu kepemimpinan seseorang
tidak ada artinya.
b. Pendekatan Situasional (Teori Kontingensi)
Menurut pendekatan ini kepemimpinan seseorang akan mengalami
perubahan diantara dua sisi yaitu orientasi tugas dan kepekaan
(hubungan antar manusia ) serta berusaha memprediksi keadaan yang
membuat salah satu gaya kepemimpinan lebih cocok dibanding gaya yang
lain.
c. Kebutuhan Individu
Penerapan teori Maslow dikutib (dalam Sulistyani, 2008) kebutuhan
individu bermula dari pemenuhan kebutuhan fisiologis (makan, minum
,sandang, tempat tinggal), kemudian meningkat ke kebutuhan keamanan
(perlindungan dan stabilitas), kebutuhan sosial (perasaan memiliki dan
diterima kelompok, kekeluargaan, persahabatan), kebutuhan harga
diri(status, kehormatan diri, penghargaan, pengakuan, reputasi dan
prestasi) dan kebutuhan aktualisasi diri (penggunaan potensi diri
pertumbuhan dan pengembangan diri
d. Fungsi Kepemimpinan dan Manajemen
Catatan fungsi kepemimpinan (perencanaan, pemrakarsaan, pengendalian,
pendukungan, penginformasian dan pengevaluasian) Adair yang
dihubungkan dengan fungsi yang digagas Henry Fayol memastikan tiga
wilayah kebutuhan tugas, tim atau kelompok, dan individu bertemu. Teori
ini kemudian menjelaskan bahwa fungsi klasik perencanaan dapat
mempengaruhi kedua wilayah baik-baik maupun buruk.
e. Kontinum Pembuatan Keputusan
Teori continuum pertama kali dicetuskan oleh R . Tannenbaum dan W.
H.Schimdt.dalam Thoha (2001:50) dikutip (dalam Sulistyani, 2008:115),
Gaya kepemimpinan sendiri dapat bergerak secara continum dari kutub
otokrasi menuju kutub demokrasi dan sebaliknya secara fleksibel dengan
memperhatikan kehendak untuk mempersempit atau melonggarkan anak
buah.
f. Tingkat Kepemimpinan
Kepemimpinan berada dalam berbagai tingkat. Tingkat terbawah, tingkat
operasional ,tingkat strategis dan tingkat puncak pemimpin seluruh
organisasi.
1). Kepemimpinan Transformasional
Kepemimpinan transformasional menunjuk pada proses membangun
komitmen terhadap sasaran organisasi dan memberi kepercayaan kepada
para pengikut untuk mencapai sasaran- sasaran tersebut.
2). Kepemimpinan Transaksional
Kepemimpinan transaksional memungkinkan pemimpin memotivasi dan
mempengaruhi bawahan dengan cara mempertukarkan reward dengan
kinerja tertentu.
3). Kepemimpinan Karismatik
Kepemimpinan karismatik selama ini selalu identik dengan pengamatan
pemimpin di politik dan keagamaan bukan kepemimpinan organisasi dan
perusahaan