Indikator Retensi Karyawan

Menurut Mathis & Jackson (2006, p.128-135)
mengatakan ada 5 indikator retensi karyawan antara lain:
1. Komponen Organisasional
a. Nilai dan Budaya
b. Strategi dan Peluang
c. Dikelola dengan baik dan terorientasi pada hasil
d. Kontinuitas dan keamanan kerja
2. Peluang Karier Organisasional
a. Kontinuitas pelatihan
b. Pengembangan dan bimbingan
c. Perencanaan karir
3. Penghargaan
a. Gaji dan tunjangan yang kompetitif
b. Perbedaan penghargaan kinerja
c. Pengakuan
d. Tunjangan dan bonus spesial
4. Rancangan Tugas dan Pekerjaan
a. Tanggung jawab dan otonomi kerja
b. Fleksibilitas kerja
c. Kondisi kerja
d. Keseimbangan kerja / kehidupan
5. Hubungan Karyawan
a. Perlakuan yang adil / tidak diskriminatif
b. Dukungan dari supervisor / manajemen
c. Hubungan rekan kerja
A recent Employee Engagement Survey by HR
Solutions of Chicago, Illinois, USA, revealed that employees
were more engaged with their work when they felt:
1. Supported by their manager when making suggestions to
correct work place problems.
2. Valued and recognized as an important part of the team.
3. Their manager was helpful and friendly towards them.
(https://blog.eonetwork.org/2011/07/a-leading-indicator-
of-employee-retention/)
Survei Keterlibatan Karyawan baru-baru ini yang
dilakukan oleh HR Solutions of Chicago, Illinois, AS,
mengungkapkan bahwa karyawan lebih terlibat dengan
pekerjaan mereka ketika mereka merasa:
1. Didukung oleh manajer mereka saat membuat saran untuk
memperbaiki masalah tempat kerja.
2. Dinilai dan diakui sebagai bagian penting dari tim.
3. Manajer mereka membantu dan ramah terhadap mereka