Kepemilikan manajerial berpengaruh negatif terhadap financial distress.
Arieany dan Tarmizi (2012) membuktikan bahwa semakin besar prosentase
kepemilikan saham oleh dewan direksi dan dewan komisaris dapat
mengurangi kemungkinan perusahaan mengalami kondisi financial distress.
Kepemilikan saham oleh pihak manajemen akan memberikan insentif
tambahan kepada manajemen dalam melakukan pengawasan terhadap
kebijakan-kebijakan yang telah ditetapkan. Dengan adanya insentif tambahan
tersebut maka akan mengurangi perilaku-perikalu oportunistik manajemen
dan dapat menyelaraskan kepentingan dengan pemegang saham lainnya. Dian
dan Fuad (2013) membuktikan bahwa investor yang mengetahui sebagian
saham perusahaan dimiliki oleh manajer, maka investor akan beranggapan
bahwa nilai dari perusahaan tersebut akan meningkat seiring dengan adanya
kepemilikan oleh manajer. Jika pengelola perusahaan memiliki sebagian dari
saham perusahaan, berarti masalah keagenan antara pemilik perusahaan
dengan pengelola perusahaan dapat teratasi, dan pengelola perusahaan akan
memaksimalkan nilai perusahaan. Jika nilai perusahaan maksimal
kemungkinan perusahaan mengalami financial distress semakin kecil.
