Teori sinyal pertama kali dijelaksan oleh Michael Spence (1973) dalam
penelitiannya yang berjudul JobMarket Signalling. Spence menjelaskan tentang
hubungan dua pihak yang saling berkaitan yaitu manajemen dan investor. Pihak
manajemen selaku pihak internal yang memberikan sinyal dan pihak investor
selaku pihak eksternal yang menerima sinyal tersebut
Teori sinyal adalah sinyal-sinyal informasi yang dibutuhkan oleh para
shareholder untuk mempertimbangkan dan menentukan dalam membeli saham
pada perusahaan tertentu. Informasi tentang perubahan harga dan volume saham
bermanfaat bagi para investor untuk membeli saham perusahaan tertentu
(Suwardjono, 2005).
Salah satu jenis informasi yang berasal dari perusahaan yang dapat
menjadi sinyal bagi pihak eksternal perusahaan, khususnya pihak investor
adalah laporan tahunan. Informasi yang diungkapkan dalam laporan tahunan
dapat berupa informasi akuntansi adalah informasi yang berkaitan dengan
laporan keuangan dan informasi non-akuntansi adalah informasi yang tidak
berkaitan dengan laporan keuangan. Laporan tahunan perusahaan seharusnya
menjelaskan tentang informasi yang relevan dan informasi yang vital untuk
diketahui oleh pengguna laporan baik pihak internal ataupun eksternal
(Permatasari, 2018).
