Kompleksitas Operasi

Kompleksitas operasi yaitu pembentukan departemen dan
pembagian pekerjaan yang berfokus pada jumlah unit dan lokasi
operasinya (cabang) yang berbeda. Kompleksitas operasi ini bisa
menyebabkan audit delay berkepanjangan, karena seorang auditor akan
memerlukan waktu yang cukup banyak dalam mengaudit anak cabang
sebelum mengaudit induk perusahaan. Biaya yang dikeluarkan otomatis
akan meningkat juga karena auditor harus mengaudit setiap anak cabang
perusahaan.
Menurut (Darmawan & Widhiyani, 2017) bahwa kompleksitas
operasi perusahaan yang dilihat yaitu dari diverifikasi bisnis operasi klien
dan total anak perusahaan klien dimana akan berdampak pada ketepatan
waktu penyampaian laporan keuangan perusahaan kepada publik.
Total anak perusahaan yang dimiliki oleh perusahaan
mencerminkan bahwa perusahaan mempunyai unit operasi yang lebih
banyak yang harus diperiksa dalam setiap transaksinya dan catatan yang
menyertainya, sehingga seorang auditor memerlukan waktu yang cukup
lama untuk melakukan tugas pekerjaan auditnya.
Proporsi pengukuran kompleksitas operasi yaitu dapat
dikategorikan sebagai berikut:
1. Perusahaan yang memiliki anak cabang perusahaan diberi kode (1).
2. Perusahaan yang tidak memiliki anak cabang perusahaan diberi
kode (0)