Springate menggunakan empat rasio keuangan dalam formulasi rumus nya
yang digunakan dalam memprediksi financial distress atau kesulitan keuangan.
Empat rasio keuangan ini merupakan rasio yang penting dan berpengaruh dalam
mendeteksi laporan keuangan, adapun penjelasan keempat rasio tersebut (dalam
Ben dkk 2015) adalah sebagai berikut:
1. Rasio modal kerja terhadap total aset (X1) menunjukkan rasio antara modal
kerja (yaitu aktiva lancar dikurangi hutang lancar) terhadap total aktiva. Nilai
Working Capital to Total Asset yang semakin tinggi menunjukkan semakin
besar modal kerja yang diperoleh perusahaan dibanding total aktivanya.
2. Rasio laba sebelum bunga dan pajak terhadap total aset (X2)
EBIT to Total Aset digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan untuk
menghasilkan laba. Tingkat pengembalian dari aktiva yang dihitung dengan
membagi laba sebelum bunga dan pajak (EBIT) dengan total aktiva pada
neraca perusahaan.
3. Rasio laba sebelum pajak terhadap total liabilitas lancar (X3)
EBT to current liabilities digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan
dalam melunasi hutang jangka pendeknya. Cara menghitung dengan mengukur
perbandingan antara laba sebelum pajak dengan bunga terhadap hutang lancar.
Rasio EBT terhadap liabilitas lancar agar manajemen perusahaan dapat
mengetahui berapa laba yang telah dipotong dengan beban bunga dapat
menutupi hutang lancar yang ada.
4. Rasio penjualan terhadap total aset (X4)
Total Assets Turn Over (X4). Total Assets Turn Over merupakan rasio yang
membandingkan antara penjualan bersih dengan total aktiva. Rasio ini
menunjukkan tingkat efisiensi penggunaan keseluruhan aktiva perusahaan
dalam menghasilkan volume penjualan. Rasio ini mengukur seberapa efisien
aktiva tersebut telah dimanfaatkan untuk memperoleh penghasilan. Semakin
tinggi Total Assets Turn Over berarti semakin efisien penggunaan keseluruhan
aktiva perusahaan dalam menghasilkan volume penjualan. (Brigham, 2010)
