Manajemen Laba

Manajemen laba mencakup usaha manajemen untuk memaksimumkan, atau
meminimumkan laba, termasuk perataan laba sesuai dengan keinginan manajemen.
Scott (2015: 369) mendefinisikan manajemen laba sebagai pilihan kebijakan
akuntansi oleh manajer untuk mencapai sasaran secara objektif. Scott (2015: 369)
membagi cara pemahaman atas manajemen laba menjadi dua, yaitu sebagai
perilaku oportunistik manajer dan sebagai efficient contracting (efficient earnings
management). Manajemen laba sebagai perilaku oportunistik manajer dilakukan
untuk memaksimumkan utilitas perusahaan dalam menghadapi kontrak
kompensasi, kontrak utang, dan political cost (opportunistic earnings
management). Manajemen laba dari perspektif efficient contracting (efficient
earnings management) dapat dipahami sebagai cara untuk memberi manajer suatu
fleksibilitas guna melindungi diri dan perusahaan dalam mengantisipasi kejadiankejadian yang tak terduga.
Manajemen laba dapat dipahami sebagai perilaku mengubah,
menyembunyikan, atau menunda informasi keuangan. Sulistyanto (2008) dalam
Anggoro (2017;2) mengatakan bahwa manajemen laba merupakan perilaku
oportunis manajer untuk mempermainkan angka-angka dalam laporan keuangan
sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai. Dalam hal ini, manajemen laba dapat
dipahami sebagai suatu perilaku curang dari manajer perusahaan. Kecurangan
dalam manajemen laba disebabkan oleh manipulasi terhadap angka-angka dalam
laporan keuangan yang dilakukan secara sadar agar stakeholder yang ingin
mengetahui kondisi perusahaan tertipu karena memperoleh informasi palsu. Healy
& Wahlen (1999) dalam Ghozali (2015;191) mendefinisikan manajemen laba
sebagaimana kutipan berikut.
“when managers use judgment in financial-reporting and in structuring
transactions to alter financial reports to either mislead some stakeholders about
the underlying economic performance of the company or to influence contractual
outcomes that depend on reported accounting numbers”.
Berdasarkan kutipan di atas dapat dipahami bahwa manajemen laba terjadi ketika
manajer menggunakan kebijakannya dalam pelaporan keuangan dan struktur transaksi
untuk mengubah laporan keuangan. Hal ini dilakukan manajer dengan tujuan untuk
memberikan pemahaman yang berbeda kepada stakeholder mengenai kinerja ekonomi
perusahaan sehingga mempengaruhi hasil kontrak antara stakeholder dengan perusahaan.
Manajemen laba pada dasarnya memiliki tujuan sebagai berikut.
Manajemen laba merupakan proses untuk mengambil langkah-Iangkah tertentu
yang disengaja dalam batas-batas prinsip akuntansi berterima umum untuk
menghasilkan tingkat yang diinginkan dari laba yang dilaporkan, definisi
manajemen laba menjadi dua kelompok, yaitu:
1) Definisi Sempit
Earning management dalam hal ini hanya berkaitan dengan pemilihan metode
akuntansi. Earning management dalam arti sempit ini didefinisikan sebagai perilaku
manajer untuk “bermain” dengan komponen discretionary accruals dalam penentuan
besarnya laba.
2) Definisi Luas
Earning management merupakan tindakan manajer untuk meningkatkan atau
mengurangi laba yang dilaporkan saat ini atas unit dimana manajer bertanggung
jawab, tanpa mengakibatkan peningkatan atau penurunan profitabilitas ekonomi
jangka panjang unit tersebut.
Berbagai definisi telah diberikan dalam menjelaskan manajemen laba sebagai
suatu bentuk khusus akuntansi yang “dirancang”, dan bukannya akuntansi
“berdasarkan prinsip”. Schipper (1989) dalam Febriyanti (2014:57) melihat
manajemen laba sebagai suatu intervensi yang disengaja pada proses pelaporan
eksternal dengan maksud untuk mendapatkan beberapa keuntungan pribadi. Hal ini
diasumsikan dapat dilakukan melalui pemilihan metode-metode akuntansi dalam
Generally Accepted Accounting Principle (GAAP) ataupun dengan cara
menerapkan metode yang telah ditentukan dengan cara tertentu.
Gumanti (2000) dalam Adhikara (2011:113) Ada tiga sasaran yang dicapai
oleh manajer sehubungan dengan earnings management yaitu meminimalisasi
biaya politis ,maksimalisasi kesejahteraan manajer dan minimalisasi biaya
finansial. Menurutnya jelas hal ini menunjukkan bahwa sasaran dari earnings
management adalah cukup komprehensif, yaitu mencakup banyak aspek dalam
perusahaan baik demi kepentingan pribadi manajer maupun secara keseluruhan.
Pengaturan laba menjadi menarik untuk diteliti karena dapat menggambarkan
perilaku para manajer atau pihak manajemen perusahaan dalam proses pelaporan
keuangan perusahaan yang mencerminkan hasil kinerja perusahaan dalam periode
tertentu, yaitu kemungkinan adanya motivasi tertentu yang mendorong mereka
mengatur laba yang dihasilkan oleh perusahaan