Uji Autokorelasi

Uji autokorelasi bertujuan menguji apakah dalam model regresi
linear teradapat korelasi antara kesalahan pengganggu (residual) pada
periode tertentu dengan kesalahan pengganggu pada periode
sebelumnya. Jika terjadi korelasi, dapat dikatakan terjadi masalah
autokorelasi. Masalah ini timbul karena residual tidak bebas dari suatu
observasi ke observasi lainnya. Model regresi yang baik adalah regresi
yang terbebas dari autokolerasi (Ghozali, 2016).
Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan uji statistik nonparametik run test. Run test digunakan untuk melihat apakah data
residual terjadi secara random atau tidak. Analisis run test dilakukan
dengan melihat nilai probabilitas asymp. sig (2-tailed), jika nilai
probabilitas di atas 0,05 maka dapat dikatakan tidak terdapat hubungan
korelasi. Apabila antar residual tidak terdapat hubungan korelasi, maka
dapat dikatakan bahwa residual adalah acak atau random dan data
penelitian terbebas dari masalah autokorelasi.