EPS menunjukkan kemampuan suatu perusahaan dalam menghasilkan laba
untuk tiap lembar sahamnya atau gambaran mengenai sejumlah rupiah yang akan
diperoleh oleh investor dari setiap jumlah saham yang dimilikinya.Financial
distress diproksikan sebagai perusahaan yang memiliki laba per lembar saham
(Earning Per Share) negatif. Dengan memperhatikan pertumbuhan laba per lembar
saham tersebut dapat dilihat prospek perusahaan dimasa yang akan datang
sehingga akan mempengaruhi keputusan investor dalam berinvestasi. EPS yang
negatif dalam beberapa periode menggambarkan prospek earning dan
pertumbuhan perusahaan yang tidak baik, sehingga hal tersebut kurang menarik
bagi para investor. Dalam kondisi seperti itu perusahaan akan sulit untuk
mendapatkan dana yang dapat memicu terjadinya financial distress. Apabila
kondisi financial distress dibiarkan terus menerus tanpa adanya pengambilan
keputusan yang tepat akan mengakibatkan kebangkrutan.
