Modernitas dengan kemajuan teknologi akan mengakibatkan
persaingan yang sangat ketat untuk memperoleh dan mempertahankan
pelanggan. Pelayanan menjadi suatu keharusan yang harus dilakukan
perusahaan supaya mampu bertahan dan tetap mendapatkan kepercayaan
pelanggan. Pelayanan merupakan segala kegiatan yang dibutuhkan untuk
menerima, memproses menyampaikan, dan memenuhi pesanan pelanggan
untuk menindak lanjuti setiap kegiatan yang mengandung kekeliruan, Payne
(2008:219). Kualitas layanan suatu perusahaan haruslah terus dipertahankan
dan ditingkatkan karena pelanggan mengharapkan mendapat suatu pelayanan
yang baik bahkan melebihi yang mereka harapkan sehingga pelanggan akan
puas terhadap perusahaan jasa tersebut.
Aktivitas, manfaat maupun kepuasan merupakan bentuk pelayanan
yang pada dasarnya tidak berwujud. Pelayanan merupakan proses yang
terdiri atas serangkaian aktivitas intangible (tidak berwujud) yang biasanya
(namun tidak harus selalu) terjadi pada interaksi antara konsumen dengan
karyawan jasa, sumber daya fisik, barang, atau sistem penyedia jasa yang
disediakan sebagai solusi atas masalah konsumen. Hal ini diungkapkan
Gronroos yang dikutip oleh Tjiptono (2011:17). Dari definisi ini, dapat
dikatakan bahwa pelayanan merupakan aktivitas yang diberikan kepada
konsumen dan pada dasarnya tidak berwujud, disediakan sebagai solusi atau
masalah konsumen.Layanan merupakan kegiatan yang ditawarkan oleh
penyedia jasa kepada konsumen, bisa berupa benda dan objek lainnya,
layanan adalah kegiatan ekonomi yang ditawarkan oleh salah satu pihak
kepada pihak lain, hal ini ditulis oleh Lovelock dan Wirtz (2011:37).
Seringkali berbasis waktu, kinerja membawa hasil yang diingkan ke
penerima, benda atau asset lainnya adalah tanggung jawab pembeli.
Terdapat beberapa pengertian jasa di antaranya adalah jasa itu
sebagai deeds (tindakan, prosedur, aktivitas) proses – proses, dan unjuk kerja
yang yang intangible, Sunyoto (2012).Jasa dari sisi penjualan dan konsumsi
secara kontras dengan barang. Barang adalah suatu objek yang tangible yang
dapat diciptakan dan dijual atau digunakan setelah selang waktu tertentu.Jasa
adalah intangible (seperti kenyamanan, hiburan, kecepatan, kesenangan, dan
kesehatan) dan perishable (jasa tidak mungkin disimpan sebagai persediaan
yang siap dijual atau dikonsumsi pada saat diperlukan) jasa diciptakan dan
dikonsumsi secara simultan. Dalam jasa selalu ada aspek interaksi antara
pihak konsumen dan pemberi jasa, meskipun pihak – pihak yang terlibat
tidak selalu menyadari, Sunyoto (2012). Jasa juga bukan merupakan barang,
akan tetapi jasa adalah suatu proses atau aktivitas, dan aktivitas – aktivitas
tersebut tidak terwujud.Dari beberapa definisi diatas dapat disimpulkan
bahwa jasa merupakan suatu aktivitas yang ditawarkan kepada pihak lain
dalam waktu itu juga karena jasa tidak dapat disimpan dan tidak berwujud
