Supply Chain Disruption

Secara umum rantai pasok dapat diartikan sebagai seluruh kegiatan yang dimulai
dari penerimaan sampai dengan pemenuhan permintaan konsumen. Pihak yang
terlibat dalam rantai pasok tidak hanya pemasok dan perusahan manufaktur,
melainkan pihak distributor, gudang penyimpanan, grosir, retail, dan konsumen
akhir juga termasuk kedalam rantai pasok. Jika dalam salah satu pihak di rantai
pasok mengalami gangguan maka pihak lain juga akan mengalami gangguan.
Sehingga perlu adanya penanganan yang dilakukan oleh masing-masing pihak
untuk mengatasi gangguan tersebut. Salah satu gangguan yang dapat
menganggu rantai pasok adalah adanya demand disruption (Shu dkk, 2014).
Demand disruption adalah gangguan yang terjadi pada bagian hilir dalam rantai
pasok. Gangguan tersebut dapat berupa kesalahan dalam peramalan permintaan,
pesanan ditanggapi secara berlebihan, pengurangan persediaan secara drastis,
kurangnya komunikasi antara bagian hulu dan hilir di rantai pasokan, dan aliran
informasi serta logistik datang terlambat (Shu dkk, 2014).