Dalam beberapa tahun terakhir, terdapat keinginan yang berkembang
dalam etika bisnis dan pada kenyataannya, teori stakeholder adalah salah satu
teori yang paling berpengaruh dalam etika bisnis. Untuk melakukan bisnis,
perusahaan telah menuntut sumber daya dari lingkungan alam dan sebagai
imbalannya, perusahaan harus memperlakukan dan mengelola lingkungan dengan
baik (Aggarwal, 2013).
Menurut Akisik (2017) teori pemangku kepentingan berbeda dari teori
legitimasi yang memperlakukan seluruh masyarakat sebagai satu kelompok.
Keterlibatan mereka yang erat dalam perusahaan-perusahaan ini dapat
menghasilkan kekuatan dan pengaruh yang luar biasa terhadap pengambilan
keputusan perusahaan, terutama ketika investor menuntut perusahaan untuk
bertindak dengan cara yang lebih bertanggung jawab secara sosial. Semakin
banyak saham yang dimiliki oleh para investor ini, semakin besar kekuatan dan
kontrol yang mereka hasilkan dalam suatu perusahaan yang dapat menyebabkan
perubahan signifikan dalam perusahaan.
