Membangun Kepercayaan Konsumen

Kepercayaan konsumen dapat dibangun dengan empat inti kredibilitas, di
mana untuk membangun kepercayaan dengan orang lain, hal pertama yang
dilakukan adalah memulai dari diri sendiri. Prinsipnya adalah kredibilitas, atau
kemungkinan dapat dipercaya. Kredibilitas dapat ditingkatkan dengan
memahami unsur- unsur sebagai berikut: (Stephen, 2011:108).
a. Integritas
Bagi banyak orang integritas pada dasarnya berarti kejujuran.
Walaupun integritas mencakup kejujuran, integritas lebih dari itu.
Integritas artinya keterpaduan. Konsisten luar dalam, berani bertindak
menurut keyakinan.
b. Niat
Niat sangat berhubungan dengan motif-motif, agenda, dan karena
perilaku. Kepercayaan terus tumbuh ketika motif-motif lugas didasarkan
pada keuntungan bersama, dengan kata lain, ketika secara tulus bukan
saja peduli terhadap diri sendiri akan tetapi juga peduli dengan orang
lain. Seseorang dalam melakukan aktivitas bisnis perlu mengawalinya
dengan niat yang ikhlas sebagai bagian dalam menjalankan tugas
kewajiban. Niat dalam Islam, sangat menentukan arah suatu pekerjaan.
Karenanya jika seseorang melakukan aktivitas bisnis yang dinilainya
sebagai kewajiban, dengan niat ibadah dan untuk memenuhi kebutuhan
keluarga, berarti orang tersebut telah melaksanakan bisnis sesuai ajaran
Islam.
c. Kemampuan
Kemampuan yang dimiliki yang menginspirasikan keyakinan,
talenta-talenta, sikap, keterampilan, pengetahuan, dan gaya. Kemampuan
ini berhubungan dengan membangun, menumbuhkan, memberikan,
memulihkan sebuah kepercayaan. Talenta adalah karunia dan kekuatan
alami. Sikap mewakili paradigma, dan cara hidup. Keterampilan adalah
kefasihan dalam hal-hal yang dikuasai. Pengetahuan mewakili
pembelajaran, wawasan, pengertian, dan kesadaran. Gaya mewakili
pendekatan dan kepribadian unik.
d. Hasil-hasil
Hal ini mengacu pada prestasi, kinerja, keberhasilan menjadikan
segalanya yang benar terlaksana. Jika tidak berhasil melaksanakan apa
yang diekspektasikan, maka kredibilitas akan berkurang, namun jika
sebaliknya, reputasi positif akan didapatkan.
Dari definisi-definisi tersebut dapat dijelaskan bahwa kepercayaan
merupakan harapan umum yang dipertahankan oleh individu yang ucapan dari
satu pihak ke pihak lainnya dapat dipercaya. Kepercayaan merupakan variabel
terpenting dalam membangun hubungan jangka panjang antara satu pihak
dengan pihak lainnya.
Ada beberapa dimensi dan indikator untuk dapat mengetahui
kepercayaan konsumen salah satunya menurut Kotler dan Keller (2016:225)
ada empat indikator kepercayaan konsumen, yaitu sebagai berikut:
1. Benevolence (kesungguhan / ketulusan).
Benevolence yaitu seberapa besar seseorang percaya kepada penjual
untuk berperilaku baik kepada konsumen.
2. Ability (Kemampuan)
Ability (Kemampuan) adalah sebuah penilaian terkini atas apa yang dapat
dilakukan seseorang. Dalam hal ini bagaimana penjual mampu
meyakinkan pembeli dan memberikan jaminan kepuasan dan keamanan
ketika bertransaksi.
3. Integrity (integritas)
Integrity (integritas) adalah seberapa besar keyakinan seseorang terhadap
kejujuran penjual untuk menjaga dan memenuhi kesepakatan yag telah
dibuat kepada konsumen.
4. Willingness to depend
Willingness to depend adalah kesediaan untuk bergantung kepada penjual
berupa penerimaan resiko atau konsekuensi negatif yang mungkin
terjadi.