Dimensi Citra Merek (Brand Image)

Menurut Kotler dan Keller (2016) adalah persepsi konsumen terhadap suatu
merek sebagai refleksi dari asosiasi yang ada pada pikiran konsumen.
Terdapat tiga dimensi dari citra merek yaitu:
1. Recognition
Mencerminkan dikenalnya sebuah merek oleh konsumen berdasarkan past
exposure. Recognition yaitu konsumen mengingat akan adanya atau mengingat
keberadaan dari merek tersebut. Recognition ini sejajar dengan brand awarenes
dan diukur dari sejauh mana konsumen dapat mengingat suatu merek,
tingkatannya dimulai dari brand unaware, brand recognition, brand recall, top of
mind, dan dominant brand. Misalnya: kemudahan merek produk di kenal dan
kemudahan suatu merek mudah di ingat.
2. Reputation
Reputation ini sejajar dengan perceived quality. Sehingga reputation
adalah status yang cukup tinggi bagi suatu merek karena di mata konsumen merek
atau brand memiliki suatu track record yang baik. Misalnya: kepercayaan produk
dan reputasi merek produk dimata konsumen.
3. Affinity
Affinity adalah emotional relationship yang timbul antara sebuah merek
dengan konsumennya. Affinity sejajar dengan asosiasi positif yang menjadikan
seorang konsumen menyukai suatu produk atau jasa, pada umunya asosiasi positif
merek (terutama y ang membentuk brand image) menjadi dasar pijakan konsumen
dalam keputusan pembelian dan loyalitasnya pada suatu merek tersebut.
Misalnya: kesesuian merek dengan harapan dan kebanggaan terhadap merek.
Berdasarkan tiga dimensi diatas maka dalam mengukur citra merek
perusahaan harus mencerminkan sebuah merek yang dikenal baik dimata
konsumen sehingga memberi pandangan positif yang membuat seorang konsumen
memiliki citra merek baik dan dapat menjadi pandangan konsumen dalam
keputusan pembelian terhadap merek tersebut