Indikator Keputusan Pembelian

Menurut Kotler dan Amstrong (2009:184), Perilaku pembelian konsumen
merupakan suatu rangkaian tindakan fisik maupun mental yang dialami konsumen
ketika akan melakukan pembelian produk tertentu. Tahap-tahap proses keputusan
pembelian terdiri dari :
1. Pengenalan Masalah
Keputusan pembelian diawali dengan adanya kebutuhan dan keinginan
konsumen, dimana dalam hal ini konsumen menyadari adanya perbedaan
antara keadaan yang sebenarnya dengan keadaan yang diinginkannya.
Kebutuhan tersebut dapat digerakan oleh rangsangan dari dalam diri
konsumen itu sendiri maupun berasal dari luar diri konsumen. Misalnya
kebutuhan orang normal adalah haus dan lapar akan meningkat hingga
mencapai suatu ambang rangsangan dan berubah menjadi suatu dorongan
berdasarkan pengalaman yang sudah ada, yaitu minum dan makan.
2. Pencarian Informasi
Setelah konsumen menyadari adanya kebutuhan terhadap produk
tertentu, selanjutnya konsumen tersebut mencari informasi, baik yang
berasal dari pengetahuannya maupun berasal dari luar. Sumber informasi
konsumen digolongkan ke dalam empat kelompok yaitu :
a. Sumber pribadi yang terdiri dari keluarga, teman, tetangga, dan
kenalan.
b. Sumber komersial yang terdiri dari iklan, wiraniaga, penyalur dan
kemasan.
c. Sumber public yang terdiri dari media masa, organisasi penentu
peringkat konsumen.
d. Sumber pengalaman yang terdiri dari pengalaman dalam penanganan,
pengkajian, dan pemakai produk.
3. Evaluasi Alternatif
Setelah informasi diperoleh, konsumen mengevaluasi berbagai
alternative pilihan dalam memenuhi kebutuhan tersebut, misalnya :
a. Kamera, terkait dengan ketajaman gambar, hasil warna, harga dan
ukuran kamera.
b. Hotel, terkait dengan lokasi, kebersihan dan harga.
c. Ban, terkait dengan umur pemakaian, harga, mutu ketika dikendarai.
4. Keputusan Pembelian
Apabila tidak ada faktor lain yang mengganggu setelah konsumen
menentukan pilihan yang telah ditetapkan, maka pembelian yang actual
adalah hasil akhir dari pencarian dan evaluasi yang telah dilakukan.
5. Evaluasi Pasca Pembelian
Apabila produk yang dibeli tidak memberikan kepuasan yang
diharapkan, maka konsumen akan merubah sikapnya terhadap merek
produk tersebut menjadi sikap negative. Sebaliknya, bila konsumen
mendapatkan kepuasan dari produk yang dibelinya, maka keinginan untuk
membeli terhadap produk tersebut cenderung akan menjadi lebih kuat