Teori signal

Brigham & Houston (2006) menjelaskan bahwa teori signal
adalah suatu tindakan yang diambil perusahaan untuk memberi
petunjuk bagi investor tentang bagaimana manajemen memandang
prospek perusahaan. Sinyal ini merupakan informasi yang
memberikan keterangan, catatan atau gambaran baik untuk keadaan
yang akan datang, maupun keadaan masa lalu atas kelangsungan
hidup suatu perusahaan. Informasi yang akan dikeluarkan oleh
perusahaan penting karena dapat berpengaruh bagi keputusan
investasi.
Kebijakan dividen dapat digunakan untuk memberikan
informaasi dan juga bertindak sebagai sinyal untuk proyeksi masa
depan perusahaan. Kenaikan dividen biasanya digunakan
perusahaan untuk memberikan signal yang baik bagi investor karena
perusahaan dapat menghasilkan pendapatan yang tinggi di masa
depan. Tetapi jika perusahaan sedang menghadapi masa sulit di
masa yang akan datang dan berdapkan pada pembagian dividen yang
menurun diyakinkan sebagai signal buruk bagi para investor
Keberadaan gender diversity pada dewan direksi dapat
memberikan sinyal kepada investor bahwa perusahaan menerapkan
tata kelola perusahaan dengan baik. Investor akan memperoleh
keyakinan bahwa investasi mereka akan mendapatkan return yang
baik, sehingga pasar menilai perusahaan dengan nilai tinggi yang
tercermin dalam harga pasar saham perusahaan (Dewi & Dewi,
2016).
Signal ini juga bertujuan untuk menyakinkan para investor
tentang nilai perusahaan. Oleh karena itu, dengan adanya signal
yang berupa informasi yang disajikan oleh perusahaan, maka hal
tersebut dapat membantu para investor untuk lebih mudah menilai
baik buruknya perkembangan suatu perusahaan