Proses pengambilan keputusan merupakan serangkaian aktivitas mental dan fisik
yang dilakukan oleh konsumen sebelum terjadi pembelian aktual (Ferrinadewi
dan Darmawan, 2004). Schiffman dan Kanuk (2008)mengatakan bahwa
“Keputusan pembelian secara umum merupakan seleksi terhadap duapilihan
alternatif atau lebih, Pilihan tersebut dapat mengenai pilihan produk, penyalur,
merk, waktu, distribusi, dan lain-lain. Setiadi (2003) mendefinisikan “suatu
keputusan(decision) melibatkan pilihan diantara dua atau lebih alternatif tindakan
atau perilaku”,sehingga keputusan pembelian merupakan tindakan yang dilakukan
konsumen dalam melakukan pembelian suatu produk untuk mendapatkan produk
yang di inginkan. Dalam proses evaluasi, seseorang akan membuat suatu
rangkaian pilihan mengenai produk yang hendak dibeli atas dasar merk maupun
minat. Menurut Ali Hasan (2013: 173), minat beli yaitu kecenderungan untuk
membeli suatu merk atau mengambil tindakan yang berhubungan dengan
pembelian yang diukur dengan tingkat kemungkinan pelanggan melakukan
pembelian.
Keputusan untuk mengadopsi atau menolak suatu produk timbul setelah
konsumen mencoba suatu produk tersebut dan kemudian timbul rasa suka atau
tidak suka terhadap produk tersebut.Rasa suka terhadap produk timbul bila
konsumen mempunyai persepsi bahwa produk yang mereka gunakan berkualitas
baik dan dapat memenuhi atau bahkan melebihi keinginan dan harapan konsumen.
Dengan kata lain produk tersebut mempunyai nilai yang tinggi di mata konsumen.
Pembelian produk baru selalu dimulai dengan pembelian pertama, yaitu adanya
keinginan untuk melakukan pembelian yang pertama kali karena terdapat faktor
ingin mencoba produk baru tersebut (Lindawatidalam Kurniawati,
2009).Konsumen yang merasa puas dan menjadi pelanggan yang berkomitmen
akan memberikan rekomendasi positif bagi konsumen lainnya terhadap merek
produk tersebut. Sehingga pelanggan yang berkomitmen sangat berperan dalam
pengembangan suatu merek. Proses evaluasi konsumen terkait kualitas dan
performa produk tersebut sangat menentukan tingkat motivasi pembelian ulang
terhadap suatu merek. Motivasi tersebut akan menimbulkan keinginan dalam diri
konsumen untuk melakukan pembelian ulang atau mungkin meningkatkan jumlah
pembeliannya,sehingga akan tercipta komitmen yang besar untuk menggunakan
kembali produk tersebut.
Kotler (2013:202) mengungkapkan beberapa faktor yang mempengaruhi
keputusan pembelian, antara lain:
1. Faktor Internal
Faktor ini bisa menjadi bahan pertimbangan konsumen dalam memutuskan
untuk melakukan suatu pembelian pada produk atau jasa, faktor ini
terdiridari:
a) Motivasi
Motivasi sendiri adalah kegiatan dalam diri seseorang yang
mendorong setiap individu untuk melakukan kegiatan tertentu yang
berguna untuk mencapai suatutujuan.
b) Ekonomi
Keadaan ekonomi seseorang juga memiliki pengaruh yang cukup
penting terhadap perilaku pengambilan keputusan pembelian sebuah
produk atau jasa. Jika orang tersebut memiliki ekonomi yang bisa
dibilang keatas maka dapat membeli suatu produk atau jasa dengan
kualitas produk yang baik yang tentunya memiliki harga lebih.
c) Sikap
Sikap adalah predisposisi atau dengan kata lain keadaan mudah
terpengaruh untuk memberikan tanggapan tentang produk atau jasa
tersebut.
d) Persepsi
Persepsi adalah hasil dari pemaknaan seseorang terhadap suatu
kejadian yang diterima berdasarkan informasi dan pengalamannya.
Ketika seseorang memiliki persepsi baik terhadap suatu barang atau
jasa,maka ia akan memiliki persepsi bahwa produk atau jasa itu baik
dan memiliki rasa ingin mencoba produk atau jasatersebut.
e) Integrasi
Integrasi adalah kesatuan dari sikap dan tindakan. Atau respon atas
sikap yang akan diambil dalam melakukan suatu keputusan.
2. FaktorEksternal
a) Kebudayaan
Kebudayaan adalah simbol dan fakta yang kompleks yang diciptakan
oleh manusia. Faktor budaya mempunyai pengaruh yang paling luas
dan mendalam terhadap perilaku konsumen karena seseorang
cenderung akan mengikuti budaya di daerah tempat tinggalnya.
b) Kelompok Sosial dan Kelompok Referensi
Kedua jenis kelompok tersebut berpengaruh dalam penentuan
pengambilan keputusan untuk melakukan pembelian barang atau jasa
karena seseorang akan mencari referensi dari produk atau jasa yang
telah digunakan atau dimiliki kelompok sosial lainnya.
c) Keluarga
Kelompok paling kecil dalam masyarakat ini memiliki peran penting
dan besar dalam pembentukan sikap dan perilaku seseorang terutama
pada setiap pembelian produk dan jasa
