Indikator berikut merupakan skala perceived value yang
digunakan untuk menilai persepsi konsumen terhadap nilai suatu
produk konsumsi tahan lama (costumer durable good) pada
tingkatan merek. Skala ini dikembangkan berdasarkan konteks
situasi pembelian ritel untukmenetukan niali-nilai konsumsi yang
megarah pada sikap prilaku pembelian. Tedapat aspek utama dalam
preceived value, yaitu: sweeney & soutar dalam Tjiptono
(2016:298) sebagai :
1. Emotional value yaitu the utility derived from the feelings or
affective states that a product generates (utilitas atau manfaat
yang berasal dari perasaan atau reaksi positif yang dtimbulkan
dari mengkonsumsi produk. Kesenangan dan kepuasan
emosional yang didapatkan pengguna berasal dari status produk
atau jasa yang digunakan).
2. Social value yaitu the utility derived from the product’s ability
to enhance social self-concept (utilitas yang didapat dari
kemampuan produk untuk meningkatkan konsep diri-sosial
konsumen serta untuk memuaskan keinginan seseorang dalam
mendapatkan pengakuan atau kebanggaan sosial, pelanggan
yang mengutamakan social value akan memilih produk atau
jasa yang mengkomunikasikan citra yang selaras dengan
teman-temannya atau menyampaikan citra sosial yang ingin
ditampilkannya).
3. Quality/perfomance value yaitu utility derived from the
perceived quality and expected performance of the product
(utilitas yang diperoleh dari persepsi terhadap kinerja yang
diharapkan dari suatu produk dan atau jasa. Kualitas hasil fisik
dari penggunaan suatu produk atau jasa dengan kata lain tipe
nilai ini mencerminkan kemampuan produk atau jasa
25
melaksanakan fungsi fisik utamanya secara konsisten.
Performance value terletak dan berasal dari komponen fisik dan
design jasa).
