Menurut Herdiana dalam (Yuliantari & Wiwin, 2018) proses keputusan
pembelian konsumen terdiri atas lima tahap, yaitu tahap pengenalan kebutuhan,
pencarian infor-masi, evaluasi alternatif, keputusan pembelian dan perilaku pasca
pembelian Penjelasan:
1) Pengenalan kebutuhan
Pengenalan kebutuhan ialah tahap pertama proses keputusan pembelian,
yaitu konsumen menyadari suatu masalah atau kebutuhan. Kebutuhan itu
dapat dipicu oleh rangsangan internal, seperti rasa lapar dan haus pada
tingkat yang tinggi sehingga mendorong keinginan untuk membeli makanan
atau minuman. Kebutuhan itu dapat pula dipicu oleh rangsangan eksternal,
seperti tayangan iklan di televisi. Pada tahap pengenalan kebutuhan lain
pemasar harus meneliti dan memahami kebutuhan yang mendorong
konsumen serta mengarahkan.
2) Pencarian informasi
Pencarian informasi ialah tahap proses kebutuhan pembeli dengan cara
mencari informasi lebih banyak. Konsumen mungkin hanya mem-perbesar
perhatian atau melakukan pencarian informasi secara aktif. Konsumen dapat
memperoleh informasi dari beberapa sumber, seperti sumber pribadi
(keluarga, teman, tetangga, dan rekan), sumber komersial (iklan, wiraniaga,
situs-web, penyalur kemasan), sumber publik (media, massa, organisasi,
peringkat konsumen, pencarian internet), dan sumber pengalaman
(penanganan, pemeriksaan, pemakaian produk). Sumber komersial lebih
banyak digunakan konsumen tentang suatu produk atau jasa karena sumber
komersial ini dikendalikan oleh pemasar dengan cara-cara yang lebih
menarik konsumen.
3) Evaluasi alternatif
Evaluasi alternatif ialah tahap proses keputusan membeli konsumen dengan
menggunakan informasi untuk mengevaluasi merek alternatif dalam
sekelompok pilihan.
4) Keputusan pembelian
Keputusan pembelian, ialah keputusan konsumen untuk membeli atau tidak
membeli suatu produk atau jasa merupakan alternatif pilihan yang penting
bagi pemasar menurut (Schiffman dan Kanak).
5) Perilaku pasca pembelian
Perilaku pasca pembelian ialah tahap proses keputusan pembelian, yaitu
konsumen mengambil tindakan selanjutnya setelah pembelian, berdasarkan
kepuasan atau ketidakpuasan mereka. Puas atau tidaknya konsumen
ditentukan oleh perbandingan antara harapan (expatation) konsumen dan
kinerja (perceived performance). Semakin besar kesenjangan antara
ekspetasi dan kinerja, semakin besar pula ketidakpuasan konsumen.
Pemasar semaksimal mungkin berupaya meng-hindari terjadinya disonansi
kognitif, artinya ketidaknyamanan pembeli akibat konflik pasca pembelian.
