Minat beli merupakan salah satu elemen penting dalam usaha untuk
meningkatkan penjualan bagi perusahaan. Setiap perusahaan membutuhkan
minat beli yang tinggi untuk menciptakan penjualan yang signifikan.Minat beli
merupakan keinginan seorang konsumen terhadap pemenuhan keinginan yang
tersembunyi di dalam benak konsumen. (Malik et al,2013). Banyak cara untuk
merangsang timbulnya minat beli pada diri konsumen, salah satunya melalui
electronic word of mouth. Electronic Word of Mouth (E-WoM) merupakan
pernyataan positif atau negatif yang dibuat oleh pelanggan potensial, aktual, atau
pelanggan sebelumnya tentang produk atau perusahaan yang disediakan bagi
banyak orang dan lembaga melalui internet (Lin et al., 2013).E-WoM memilki
beberapa komponen didalamnya yaitu E-WoM Quantity (Kuantitas E-WoM), EWoM Quality (Kualitas E-WoM), dan Sender Expertise (Keahlian Pengirim). EWoM sendiri merupakan hasil perubahan sebuah paradigma yang sebelumnya
berupa word of mouth langsung dari mulut ke mulut tanpa ada media perantara.
Berdasarkan penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Trusov et al
(2016), membuktikan bahwa electronic word of mouth lebih berpengaruh
dibandingkan word of mouth secara tradisional terhadap minat beli. Hal ini
senada dengan penelitian Yudha Ghazali (2012), dimana electronic word of
mouth berpengaruh signifikan terhadap minat beli. Penelitian yang dilakukan
oleh Sidharta dan Suzanton (2015) menunjukkan bahwa perilaku konsumen
online dipengaruhi oleh sikap konsumen yang didasarkan pada kepercayaan
konsumen.
Demikian pula penelitian yang dilakukan oleh Jalilvand (2012), komunikasi electronic word of mouth berpengaruh positif terhadap minat pembelian.
Dasar perilaku konsumen dalam melakukan pembelian didasarkan pada minat
konsumen, hal ini sesuai dengan teori social kognitif (Ajzen, 2015).
