Lokasi adalah tempat dimana sesuatu berada. Menurut Lupiyoadi
(2001) lokasi merupakan keputusan yang dibuat perusahaan berkaitan dengan
dimana operasi dan stafnya akan ditempatkan. Salah memilih lokasi
perusahaan akan mengakibatkan kerugian bagi perusahaan. Lokasi
menentukan kesuksesan suatu jasa, karena erat kaitannya dengan pasar
potensial (Tjiptono, 1996).
Lokasi merupakan gabungan antara lokasi dan keputusan atassaluran
distribusi, dalam hal ini berhubungan dengan cara penyampaian jasa kepada
konsumen dan dimana lokasi yang strategis (Lupiyoadi, 2001). Keputusan
lokasi bisnis merupakan salah satu keputusan bisnis yang harus dibuatsecara
hati-hati.
Istilah lokasi mengacu pada komunitas lokal dimana bisnis berada
(O’Mars, 1999). Meskipun kesuksesan tidak hanya tergantung pada lokasi
bisnis, namun faktor lokasi akan mempengaruhi kesuksesan sebuah bisnis.
Dalam konteks ini, kesuksesan bisnis dapat bermacam-macam tetapi pada
umumnya terkait dengan ukuran obyektif dan subyektif (Dawes, 1999).
Menurut Render dan Heizer, 2001 (dalam Adrianto, 2006) terdapat 6
faktor yang perlu dipertimbangkan dalam pemilihan tempat/ lokasi
perusahaan, yaitu :
1. Lingkungan masyarakat
Kesediaan masyarakat suatu daerah menerima segala
konsekuensi baik konsekuensi positif maupun negatif terhadap
didirikannya suatu perusahaan di daerah tersebut merupakan suatu
syarat penting. Perusahaan perlu memperhatikan nilai-nilai lingkungan
dan ekologi dimana perusahaan akan berlokasi.
2. Kedekatan dengan pasar
Dekat dengan pasar akan membuat perusahaan dapat memberikan
pelayanan yang lebih baik kepada para konsumen dan sering
mengurangi biaya distribusi.
3. Tenaga kerja
Dimanapun lokasi perusahaan, harus mempunyai tenaga kerja,
karena itu cukup tersedianya tenaga kerja merupakan hal yang
mendasar. Bagi banyak perusahaan sekarang kebiasaan dan sikap calon
pekerja suatu daerah lebih penting dari ketrampilan dan pendidikan
karena jarang perusahaan yang dapat menemukan tenaga kerja baru
yang telah siap pakai untuk pekerjaan yang sangat bervariasi dan
tingkat spesialisasi yang sangat tinggi, sehingga perusahaan harus
menyelenggarakan program pelatihan khusus bagi tenaga kerja baru.
4. Kedekatan dengan bahan mentah dan supplier
Apabila bahan mentah berat dan susut cukup besar dalam proses
produksi, maka perusahaan lebih baik berlokasi dekat dengan bahan
mentah. Tetapi bila produk jadi lebih berat, besar dan bernilai rendah
maka lokasi dipilih sebaliknya. Lebih dekat dengan bahan mentah dan
supplier memungkinkan suatu perusahaan mendapat pelayanan supplier
yang lebih baik.
5. Fasilitas dan biaya transportasi
Tersedianya fasilitas transportasi yang baik lewat darat, udara,
dan air akan memperlancar pengadaan faktor-faktor produksi dan
penyaluran produk perusahaan. Pentingnya pertimbangan biaya
transportasi tergantung sumbangannya terhadap total biaya. Lokasi
dekat dengan pasar akan menaikkan biaya pengangkutan bahan mentah.
6. Sumber daya – sumber daya alam lainnya
Hampir setiap industri memerlukan tenaga yang dibangkitkan
dari aliran listrik, disel, air, angin, dan lain-lain. Oleh sebab itu perlu
diperhatikan tersedianya sumber daya-sumber daya dengan murah dan
mencukupi.
Kotler (2003) mengatakan bahwa perusahaan sebaiknya perlu secara
matang mempertimbangkan pemilihan lokasi usaha untuk pengembangan di
masa depan. Dari penelitian yang dilakukan Jeni Raharjani, (2005) strategi
lokasi adalah salah satu determinan yang paling penting dalam perilaku
pembelian konsumen, pengecer harus memilih lokasi yang strategis dalam
menempatkan tokonya. Dapat disimpulkan bahwa variabel lokasi adalah hal
yang dipertimbangkan oleh konsumen.
Lokasi yaitu tempat perusahaan beroperasi atau tempat perusahaan
melakukan kegiatan untuk menghasilkan barang dan jasa (Tjiptono, 2009).
Indikator pada variabel ini yaitu:
a) Lokasi yang strategis
b) Kenyamanan lokasi
c) Ketersediaan lahan parkir
