Indikator Variabel Promosi

Indikator menurut Kotler dan Amstrong (2012), menyatakan bahwa indikator
promosi terdiri atas 5 (lima) promosi, yaitu :
1. Advertising (periklanan), yaitu semua bentuk prentasi dan promosi
nonpersonal yang dibayar oleh sponsor untuk mempersentasikan gagasan,
barang atau jasa. Periklanan dianggap sebagai manajemen citra yang bertujuan
agar menciptakan dan memelihara cipta dan makna didalam benak konsumen.
Bentuk promosi yang digunakan mencakup broadcast, print, internet,
outdoor, dan bentuk lainnya.
2. Sales promotion (promosi penjualan), yaitu insentif – insentif jangka pendek
untuk mendorong pembelian atau penjualan suatu produk atau jasa. Bentuk –
bentuk promosi yang digunakan mencakup discounts, coupons, displays,
demonstration, contents, sweepstaks dan events.
3. Personal selling (penjualan perseorangan), yaitu persentasi personal oleh
tenaga penjualan dengan tujuan menghasilkan penjualan dan membangun
hubungan dengan konsumen. Bentuk penjualan perseorangan yang digunakan
mencakup presentations, trade shows, dan incentive programs.
4. Public relations (hubungan masyarakat), yaitu suatu membangun hubungan
yang baik dengan berbagai publik perusahaan supaya memproleh publisitas
yang menguntungkan, membangun citra perusahaan yang bagus dan
menangani atau meluruskan rumor, cerita, serta event yang tidak
menguntungkan. Bentuk promosi yang digunakan mencakup press releases,
sponsorships, special event dan web pages.
5. Direct marketing (penjualan langsung), yaitu hubungan langsung dengan
sasaran konsumen dengan tujuan untuk memperoleh tanggapan segera dan
membina hubungan yang abadi dengan konsumen. Bentuk promosi yang
digunakan mencakup catalogs, telephone marketing, kioks, internet, mobile
marketing dan lainnya.
Menurut Kotler (2014) bahwa berdasarkan pengelompokan promosi yang ingin
dicapai terbagai menjadi tiga jenis, yaitu:
1. Promosi pelanggan (customer promotion), yaitu promosi yang bertujuan untuk
mendorong atau merangsang pelanggan untuk membeli.
2. Promosi perdagangan (trade promotion), yaitu penjualan yang bertujuan
untuk merangsang atau mendorong pedagang grosir, pengecer, eksportir dan
importir untuk memperdagangkan barang atau jasa dari sponsor.
3. Promosi tenaga penjualan (sales-force promotion), yaitu promosi penjualan
yang bertujuan untuk memotivasi armada penjualan.
4. Promosi bisnis (promosi bisnis), yaitu promosi penjualan yang bertujuan
untuk memperoleh pelanggan baru, mempertahankan kontrak hubungan
dengan pelanggan, memperkenalkan produk baru, menjual lebih banyak
kepada pelanggan lama dan mendidik pelanggan.